Djawanews.com - Minat investasi asing terhadap Indonesia mendapat sinyal positif setelah Ajaib Group memperoleh investasi strategis senilai Rp4,8 triliun atau sekitar US$270 juta dari SBI Holdings. Kelompok jasa keuangan asal Jepang tersebut merupakan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Tokyo.
Investasi ini hadir ketika arus modal asing dari Indonesia sedang menjadi perhatian. Di sisi lain, jumlah investor pasar modal domestik justru terus meningkat, terutama dari kalangan investor ritel berusia muda.
Investasi SBI Holdings Perkuat Kepercayaan terhadap Indonesia, Minat Investasi Asing Naik?
Komisaris Utama Ajaib Group, Andi Gani Nena Wea menyampaikan bahwa investasi sebesar Rp4,8 triliun tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan investor asing terhadap Indonesia masih tinggi. Nilainya disebut sebagai pendanaan terbesar yang diterima perusahaan teknologi Indonesia dalam lebih dari empat tahun terakhir.
Besarnya pendanaan Ajaib terlihat semakin signifikan jika dibandingkan dengan kondisi industri startup nasional. Total pendanaan perusahaan rintisan Indonesia tercatat turun dari US$9,44 miliar pada 2021 menjadi US$340 juta sepanjang 2025.
Dengan nilai sekitar US$270 juta, satu putaran pendanaan Ajaib setara hampir 80 persen dari seluruh pendanaan startup Indonesia pada tahun lalu. Pendanaan tersebut juga membuat total modal yang telah dihimpun Ajaib sejak berdiri melampaui US$500 juta.
Dana investasi akan dialokasikan ke berbagai lini bisnis Ajaib di Asia Tenggara. Perusahaan berharap sebagian besar dana tetap ditanamkan di Indonesia, termasuk untuk memperluas perekrutan dan pengembangan talenta dalam negeri.
Investor Ritel Domestik Menjadi Fondasi Pertumbuhan
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terdapat 9,9 juta investor pasar modal baru sepanjang delapan bulan pertama 2026. Jumlah tersebut membawa total investor menjadi 30,30 juta per 7 Agustus 2026 atau tumbuh sekitar 49 persen dibandingkan posisi akhir 2025.
Jumlah investor saham juga telah melampaui 10 juta orang. Sekitar 99,8 persen merupakan investor ritel dan 99,84 persen berasal dari dalam negeri. Lebih dari separuh investor saham individu berusia di bawah 30 tahun.
Pertumbuhan ini didukung kemudahan membuka rekening melalui telepon genggam, investasi tanpa setoran minimum, serta akses edukasi keuangan yang semakin luas. Banyak investor pemula berasal dari kota lapis kedua dan ketiga serta mulai berinvestasi menggunakan nominal kecil dari pendapatan bulanan.
Ajaib saat ini melayani lebih dari 6 juta pengguna dengan mayoritas berasal dari kelompok investor ritel. Menurut perusahaan, kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap pasar domestik menjadi fondasi yang kemudian menarik perhatian investor global.
Investasi SBI Holdings ke Ajaib memperlihatkan bahwa minat investasi asing masih terbuka di tengah tekanan arus modal. Namun, pertumbuhan berkelanjutan tetap memerlukan regulasi yang mendukung, inovasi keuangan, dan penguatan literasi investor domestik.
Demikian informasi seputar kondisi minat investasi asing di Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.