Djawanews.com - Kerja Sama Energi Bersih Indonesia dan Bangladesh kembali mendapat perhatian setelah Menteri Energi dan Mineral Bangladesh Iqbal Hassan Mahmood, MP, bersama delegasi mengunjungi Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang, Jakarta, yang dikelola PT PLN Nusantara Power (PLN NP).
Kunjungan pada Rabu (26/08/26), menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan pembangkit, keandalan sistem, inovasi teknologi, dan pengembangan energi bersih.
Pertemuan tersebut juga memperkuat hubungan sektor energi kedua negara yang sebelumnya telah terjalin melalui proyek pemeliharaan dan Major Inspection PLTG berkapasitas 150 MW pada 2023 dan 2024.
PLN NP Buka Peluang Kolaborasi Kerja Sama Energi Bersih Indonesia-Bangladesh
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyebut kunjungan delegasi Bangladesh sebagai kesempatan strategis untuk berbagi pengalaman sekaligus membuka peluang kolaborasi baru di sektor energi.
Menurutnya, pertukaran pengetahuan tidak hanya mencakup pengelolaan pembangkitan, tetapi juga keandalan sistem, inovasi teknologi, dan pengembangan energi bersih. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua negara dalam menghadapi tantangan transformasi sektor energi.
Delegasi Bangladesh juga melihat langsung fasilitas pembangkitan dan inovasi yang dikembangkan PLN NP di UP Muara Karang. Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah Green Hydrogen Plant (GHP) Muara Karang sebagai bagian dari pengembangan hidrogen hijau di Indonesia.
Melalui fasilitas tersebut, PLN NP mengembangkan produksi hidrogen hijau melalui proses elektrolisis dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mendorong teknologi energi bersih sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Bangladesh Apresiasi Inovasi dan Pengelolaan Pembangkit PLN NP
Iqbal Hassan Mahmood mengapresiasi pengelolaan pembangkit dan inovasi PLN NP, terutama dalam menjawab tantangan transisi energi. Ia menilai Bangladesh memperoleh banyak pengalaman dari pengelolaan unit pembangkitan yang dilakukan perusahaan tersebut.
Menurut Iqbal, hubungan Indonesia dan Bangladesh telah terjalin baik, sementara sektor energi menjadi salah satu ruang penting untuk memperkuat kerja sama bilateral. Pengalaman PLN Nusantara Power bekerja di Bangladesh juga dinilai menunjukkan adanya kolaborasi konkret antara kedua negara.
Ke depan, kerja sama diharapkan tidak hanya berfokus pada pengelolaan dan pembangkitan listrik, tetapi juga berkembang ke pengembangan energi bersih dan teknologi energi masa depan.
Kunjungan delegasi Bangladesh ke UP Muara Karang menunjukkan bahwa pengalaman Indonesia dalam mengelola sistem ketenagalistrikan dan mengembangkan teknologi energi bersih berpotensi menjadi referensi bagi negara lain.
Pertukaran pengetahuan dan peluang kolaborasi dapat menjadi fondasi untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.
Demikian informasi seputar pengembangan dan kerja sama energi bersih di Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.