Djawanews.com - Investasi Danantara kembali menjadi perhatian setelah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia dikabarkan menempatkan dana senilai US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun melalui Partners Group, perusahaan pengelola aset yang berbasis di Swiss.
Bloomberg pada Rabu (27/08/26), melaporkan sekitar US$600 juta atau Rp10,6 triliun dari dana tersebut diarahkan untuk investasi kredit langsung atau direct lending. Sementara itu, sekitar US$400 juta atau Rp7,1 triliun disebut akan dikelola Partners Group dan digunakan sebagai modal investasi bersama.
Chief Investment Officer BPI Danantara Pandu Sjahrir mengonfirmasi adanya investasi melalui Partners Group. Namun, ia tidak memberikan komentar mengenai nilai investasi Danantara di pasar kredit swasta global.
Investasi Danantara Bidik Peluang Kredit Langsung di Asia
Menurut Pandu, kerja sama dengan Partners Group dilakukan untuk menangkap peluang kredit langsung di kawasan Asia, terutama Indonesia. Investasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan imbal hasil sekaligus membuka peluang transfer pengetahuan yang memberikan manfaat bagi Indonesia.
Partners Group merupakan perusahaan investasi asal Swiss yang berdiri pada 1996 dan berkantor pusat di Baar. Perusahaan ini bergerak di pasar privat dengan portofolio yang mencakup perusahaan privat, infrastruktur, real estat, serta pembiayaan swasta.
Pada awal Agustus 2026, Partners Group mengumumkan telah memperoleh mandat senilai US$1 miliar untuk investasi pada industri pinjaman langsung swasta di kawasan Asia Pasifik. Namun, perusahaan tersebut tidak mengungkapkan identitas investor yang memberikan mandat tersebut.
Strategi Investasi Global Danantara Jadi Sorotan
Langkah tersebut memperlihatkan upaya Danantara memperluas portofolio ke pasar global. Sebelumnya, Danantara juga disebut menyepakati investasi senilai US$2,5 miliar pada perusahaan patungan untuk operasi JBS NV di Australia dan Selandia Baru.
Namun, strategi investasi global Danantara turut mendapat perhatian. Direktur Next Indonesia Center Herry Gunawan menilai penempatan dana melalui Partners Group perlu dicermati dari sisi risiko dan mandat investasi Danantara. Ia juga menyoroti besarnya proporsi dana yang ditempatkan dalam satu investasi.
Danantara sendiri mengendalikan aset yang diklaim mencapai sekitar US$900 miliar. Skala aset tersebut membuat pengelolaan investasi, manajemen risiko, transparansi, dan akuntabilitas menjadi aspek penting dalam setiap keputusan penempatan modal.
Investasi Danantara melalui Partners Group menunjukkan arah diversifikasi ke pasar kredit swasta Asia. Di sisi lain, besarnya nilai investasi membuat pengelolaan risiko serta manfaat yang kembali ke Indonesia akan menjadi bagian penting untuk terus dicermati.
Demikian informasi seputar perkembangan investasi Danantara. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.