Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Penting Diketahui, Mengapa Dampak Tapering Paling Parah Serang Masyarakat Lapisan Bawah?
Ilustrasi (antaranews.com)

Penting Diketahui, Mengapa Dampak Tapering Paling Parah Serang Masyarakat Lapisan Bawah?

Saiful Ardianto
Saiful Ardianto 03 September 2021 at 03:32pm

Djawanews.com - Tapering atau kebijakan moneter yang dilakukan Bank Sentral Amerika Serikat disebut-sebut akan pengaruhi perekonomian sejumlah negara. Salah satunya adalah Indonesia.

Ekonom berpendapat, kelompok pertama yang akan terserang dampak tapering paling parah adalah kelompok masyarakat lapisan bawah. Hal ini terjadi lantaran tapering akan berdampak pada pelemahan nilai rupiah dan menguatkan dollar AS. Akibatnya, harga komoditas pangan hingga elektronik yang masih diimpor akan terus melonjak.

Managing Director of Political Economic and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan mengatakan, inflasi di Indonesia akan naik, dampaknya adalah masyarakat lapisan bawah dan berpendapatan rendah.

"Dampak tapering ini kan nilai tukar dolar akan naik, berarti harga pangan yang impor itu akan naik. Berarti secara umum inflasi di Indonesia akan naik. Dampaknya kepada masyarakat lapisan bawah, berpendapatan rendah, mereka yang terkena duluan dan paling parah," jelas Anthony.

Menurutnya, semua harga barang akan naik mengingat banyaknya komoditas bahan pangan setengah jadi dan barang modal yang masih impor. Apalagi ekonomi Indonesia bisa berjalan lebih lambat lagi di tengah pandemi.

"Ekonomi indonesia akan lebih lambat lagi di tengah pandemi, karena kan daya beli akan menurun, kalau kita biasanya beli 10 barang jadi 9,5 barang saja," ungkapnya.

Jumlah Penduduk Miskin Bertambah

Sementara Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan efek tapering yang akan menaikan harga barang impor akan menyebabkan pendapatan masyarakat kian tergerus. Bahkan menambah jumlah penduduk yang masuk ke jurang kemiskinan.

"Bagi masyarakat kelas menengah atas mungkin lebih berdampak ke berkurangnya simpanan, atau perilaku menahan belanja. Tapi bagi kelas menengah kebawah, efeknya ke penambahan jumlah penduduk miskin," kata Bhima.

Selain itu, pedagang juga akan terkena dampak tapering ini lantaran harga bahan pangan seperti gandum, gula, daging sapi, dan beras yang saat ini masih impor. Mau tak mau, pedagang juga akan ikut menaikkan harga barang dagangannya.

Bhima juga membenarkan bahwa harga barang-barang elektronik seperti smartphone hingga laptop yang masih impor juga akan naik. Solusinya, menurutnya, pemerintah dan Bank Indonesia harus bisa menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, terutama dalam menghadapi dampak tapering ini.

Tapering merupakan kebijakan dari bank sentral yang mengurangi pembelian aset seperti oblihasi (surat utang). Kebijakan ini merupakan kebalikan dari kebijakan pelonggaran quantitative easing (QE).

Kabarnya, tapering akan dilakukan oleh Bank Sentral AS, The Fed. Nantinya, The Fed akan mengurangi suntikan uang ke pasar. Mereka akan menaikkan suku bunga acuan.

Jika itu terjadi, maka para investor dunia yang memiliki uang super banyak akan menarik uangnya yang mereka sebar ke negara-negara berkembang seperti Indonesia. Mereka akan menempatkan uangnya di AS karena dianggap menguntungkan.

Jika dana asing keluar dalam jumlah yang besar, dampaknya bisa menjalar ke berbagai lini. Salah satunya berdampak pada nilai tukar rupiah yang akan melemah lagi.

Ketika rupiah melemah terhadap dollar AS, bisa dipastikan bahwa hasil impor maupun barang-barang yang bahan bakunya didatangkan dari luar negeri akan naik banyak.

Bagikan:
#RUPIAH#tapering#masyarakat

Berita Terkait

    Lakukan Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Bulog Penuh, Distributosi Perlu Kolaborasi
    Berita Hari Ini

    Lakukan Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Bulog Penuh, Distributosi Perlu Kolaborasi

    Djawanews.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI DIY, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. menegaskan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta memegang peran penting dalam menjaga stabilitas ....
    MS Hadi
    MS Hadi
  • Transisi Energi di Asia Didorong British International Investment dengan Pendanaan £1,1 Miliar
    Berita Hari Ini

    Transisi Energi di Asia Didorong British International Investment dengan Pendanaan £1,1 Miliar

    Saiful Ardianto 30 Apr 2026 19:29
  • Investasi Energi Hijau Meningkat, CATL Himpun Dana US$5 Miliar?
    Berita Hari Ini

    Investasi Energi Hijau Meningkat, CATL Himpun Dana US$5 Miliar?

    Saiful Ardianto 29 Apr 2026 14:54
  • PLTA saat EL NINO: Tantangan dan Dampaknya pada Pasokan Listrik Indonesia?
    Berita Hari Ini

    PLTA saat EL NINO: Tantangan dan Dampaknya pada Pasokan Listrik Indonesia?

    Djawanews.com - Fenomena El Nino kembali menjadi perhatian nasional karena potensi mengurangi ketersediaan air di bendungan dan sungai, berdampak langsung pada kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Air ( ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • PLTA Jelok dan Timo Jadi Perhatian PLN dalam Penguatan Wisata Air Candirejo, Kenapa?
    Berita Hari Ini

    PLTA Jelok dan Timo Jadi Perhatian PLN dalam Penguatan Wisata Air Candirejo, Kenapa?

    Saiful Ardianto 27 Apr 2026 20:21
  • Peringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana
    Berita Hari Ini

    Peringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana

    MS Hadi 25 Apr 2026 10:18

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up