Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Menilik Popularitas Jokowi dan Ma’ruf Amin dari Channel Youtube 

Menilik Popularitas Jokowi dan Ma’ruf Amin dari Channel Youtube 

Usman Mahendra
Usman Mahendra 15 Juni 2022 at 12:29pm

Dilansir dari blog.netray.id: Netray melakukan monitoring periode 1 Januari-31 Mei 2022 membandingkan tingkat popularitas Joko Widodo dan Maruf Amin melalui channel Youtube Presiden Joko Widodo & Wakil Presiden (Wapres) RI. Hasilnya Jokowi jauh lebih populer. Meski Wapres Ma’ruf Amin lebih sering mengunggah konten namun lebih sedikit ditonton atau mendapatkan respons warganet.

Pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), presiden dan wakil presiden Indonesia memiliki channel Youtube resmi yang bergabung sejak tahun 2015. Akun Jokowi berisi konten-konten berkaitan dengan kegiatan Jokowi mulai dari kunjungan kerja hingga kegiatan keluarganya. Sedangkan akun Wakil Presiden RI berisi kegiatan wakil presiden yang pada 2015-2019 diisi oleh Jusuf Kalla dan kemudian digantikan oleh Ma’ruf Amin sejak 2019 hingga saat ini.

Ketika membicarakan Ma’ruf Amin, sebagian masyarakat tidak jarang mempertanyakan kegiatannya sebagai wapres selama hampir 3 tahun ini karena jarang terlihat. Bahkan ia sempat mendapat julukan ‘king of silent’ oleh BM KM Unnes karena dinilai tidak bekerja maksimal dan cenderung pasif. Padahal Netray melihat, channel Youtube Wapres RI cukup aktif mengunggah konten. Setidaknya, dalam 1 bulan ada kurang lebih 30 konten yang diunggah atau bisa dikatakan hampir setiap hari ada kegiatan Ma’ruf Amin yang diunggah. 

Channel Jokowi Lebih Populer

Tingkat kepopuleran Jokowi dan Maruf dapat diamati dari total subscribe dan views atau kunjungan di channel tersebut. Dan channel Jokowi unggul jauh. Padahal, jika dilihat dari total unggahan, channel wapres sebenarnya lebih aktif. Hingga artikel ini ditulis ada 1.522 video yang diunggah channel Wakil Presiden RI. Sementara channel Presiden Joko Widodo hanya memiliki 593 video selama 7 tahun terakhir. Namun kunjungannya 2,5 kali lipat lebih tinggi daripada channel wapres.

Gambar 1. Tampilan profil channel wapres dan presiden

Hal menarik lain yang bisa diamati dari kedua channel tersebut adalah bagaimana entitas Jokowi sebagai person ditonjolkan. Nama Joko Widodo dijadikan sebagai nama channel dan disisipkan dalam informasi bio. Demikian pula dengan foto profil dan sampul yang secara khusus menampakkan dirinya.

Di sisi lain, channel wapres terkesan lebih formal dengan lambang wapres di bagian foto profil dan gambar Istana Kepresidenan pada bagian sampul. Tidak ada nama Ma’ruf Amin yang disisipkan dalam nama channel ataupun informasi bio. Artinya, entitas Ma’ruf Amin sebagai person tidak tampak di sini. 

Netray kemudian tertarik untuk menelisik lebih lanjut seperti apa eksistensi channel Youtube resmi presiden dan wakil presiden saat ini. Netray mengambil periode 1 Januari hingga 31 Mei 2022 atau 5 bulan untuk melihat laporan statistik kedua channel, seperti 1) seberapa aktif mengunggah konten; 2) seberapa banyak impresi yang diraih; 3) konten seperti apa yang paling mendominasi dan menjadi ciri khas masing-masing; serta konten apa yang paling populer selama periode terkait. 

Channel Wapres Aktif Mengunggah Konten, Tetapi Minim Impresi

Selama periode 1 Januari-31 Mei 2022, channel wapres mengunggah 172 video dengan rata-rata unggahan perbulan di kisaran 28-39 konten. Sementara akun presiden hanya memiliki 33 video selama 5 bulan terakhir dengan kisaran 5-9 konten perbulan. Tampak jauh lebih rendah dibanding channel wapres. Tetapi, impresi (like, comment, views) yang diperoleh wapres hanya 114.299 atau 23 kali lebih rendah ketimbang perolehan channel Jokowi yang sebesar 2.703.848.

Dari total 33 video Joko Widodo yang diunggah pada Januari-Mei 2022, yang paling banyak mengundang atensi publik adalah kunjungannya ke Space X bersama Elon Musk, prosesi penyatuan tanah dan air di ibu kota negara (IKN), dan kesehariannya dengan sang cucu. Sementara video channel Wapres yang paling banyak meraih impresi adalah kunjungannya ke Sumatera Barat, pengukuhan PBNU, dan menerima kunjungan wakil presiden Zimbabwe.

Gambar 2. Sampel unggahan video di channel Youtube wapres dan presiden

Isi Konten Youtube Jokowi Lebih Santai

Jika dikumpulkan judul-judul konten channel Youtube Jokowi memperlihatkan variasi entitas yang beragam, sehingga frekuensi kemunculan salah satu kata tidak ada yang paling besar atau dominan.

Sedangkan judul-judul konten channel Ma’ruf Amin lebih banyak menggunakan kata wapres, wakil presiden, keterangan pers, dan 2022 secara dominan. Kata wapres misalnya muncul 57 kali sebagai judul. Sementara di channel presiden, justru tidak digunakan kata presiden ataupun joko widodo.

Bahkan, dalam entitas person yang muncul dalam channel Youtube Jokowi justru terdapat nama dua cucunya, Jan Ethes dan Sedah Mirah. Artinya, kesan formal lebih ditunjukkan di channel Youtube wapres ketimbang presiden yang terlihat lebih santai membagikan kegiatan keluarganya.

Netray kemudian membedah judul-judul konten di kedua channel dengan melihat frekuensi kemunculan tiap kata di masing-masing judul konten yang merujuk pada entitas verbal atau kata kerja. Hal ini guna mengetahui gambaran kegiatan yang berkaitan dengan Jokowi serta Ma’ruf Amin selama Januari-Mei 2022.

Ma’ruf Amin Lebih Sering Memberikan Keterangan Pers dan Sambutan

Berdasarkan analisis judul konten yang diunggah di channel Youtube resmi Wakil Presiden RI, kegiatan Ma’ruf Amin yang paling sering diabadikan adalah memberikan keterangan pers, sambutan, rapat, menerima tamu kenegaraan, jadi pembicara dan meresmikan. Keterangan pers muncul 28 kali dan sambutan sebanyak 16 kali selama 5 bulan terakhir. 

Sementara itu, di channel Youtube Presiden RI, kegiatan Jokowi yang dilihat dari judul konten tidak begitu terlihat ada yang menonjol atau mendominasi. Selain blusukan dan kunjungan kenegaraan, justru terlihat kegiatan santai bersama keluarga seperti bermain layangan.

Berdasarkan analisis kedua channel yang sama-sama bergabung di Youtube pada tahun  2015 itu meski secara jumlah konten yang diunggah wapres lebih aktif, akun presiden lebih populer secara jumlah impresi seperti total subscribe, jumlah penonton, dan jumlah diskusi di kolom komentar.

Kemudian berdasarkan analisis judul, channel Youtube wapres jarang menggunakan nama Ma’ruf Amin sebagai bagian dari judul. Penggunaan kata “wapres” atau “wakil presiden” lebih banyak digunakan. Sedangkan dalam konten Presiden Jokowi, nama yang sering muncul adalah “ethes”, cucu pertama Jokowi. Pengemasan konten channel Jokowi lebih diperhatikan ketimbang pengemasan konten channel wapres. Salah satu yang rutin diunggah adalah konten Jurnal Sepekan. 

Demikian hasil analisis Netray, simak analisis terkini lainnya melalui https://blog.netray.id/ dan analisis mendalam Netray melalui https://medium.com/@netrayID

Editor: Irwan Syambudi

Bagikan:
#youtube

Berita Terkait

    Investasi Energi Hijau Meningkat, CATL Himpun Dana US$5 Miliar?
    Berita Hari Ini

    Investasi Energi Hijau Meningkat, CATL Himpun Dana US$5 Miliar?

    Djawanews.com - Investasi energi hijau kembali mencatat lonjakan signifikan. Produsen baterai kendaraan listrik asal China, CATL berhasil menghimpun dana sekitar US$5 miliar melalui penawaran saham H, ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • PLTA saat EL NINO: Tantangan dan Dampaknya pada Pasokan Listrik Indonesia?
    Berita Hari Ini

    PLTA saat EL NINO: Tantangan dan Dampaknya pada Pasokan Listrik Indonesia?

    Saiful Ardianto 28 Apr 2026 19:17
  • PLTA Jelok dan Timo Jadi Perhatian PLN dalam Penguatan Wisata Air Candirejo, Kenapa?
    Berita Hari Ini

    PLTA Jelok dan Timo Jadi Perhatian PLN dalam Penguatan Wisata Air Candirejo, Kenapa?

    Saiful Ardianto 27 Apr 2026 20:21
  • Peringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana
    Berita Hari Ini

    Peringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana

    Djawanews.com – Peringatan Hari Otonomi Daerah (25/4) harus menjadi titik koreksi arah desentralisasi. Otonomi tidak cukup diperingati, tetapi harus dijalankan dengan kewenangan nyata di daerah serta memberi ruang ....
    MS Hadi
    MS Hadi
  • Investasi ENI di Kalimantan Timur: Proyek Migas Besar dengan Nilai Investasi 15 Miliar Dolar AS
    Berita Hari Ini

    Investasi ENI di Kalimantan Timur: Proyek Migas Besar dengan Nilai Investasi 15 Miliar Dolar AS

    Saiful Ardianto 24 Apr 2026 18:58
  • Percepat Pembangunan PLTS untuk Kurangi Ketergantungan Energi Fosil di Indonesia
    Berita Hari Ini

    Percepat Pembangunan PLTS untuk Kurangi Ketergantungan Energi Fosil di Indonesia

    Saiful Ardianto 23 Apr 2026 07:52

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Populer

Pengembangan Energi Terbarukan di Kabupaten Garut Menguat: Energi Apa yang Dicari?
Berita Hari Ini

1

Pengembangan Energi Terbarukan di Kabupaten Garut Menguat: Energi Apa yang Dicari?

Percepat Pembangunan PLTS untuk Kurangi Ketergantungan Energi Fosil di Indonesia
Berita Hari Ini

2

Percepat Pembangunan PLTS untuk Kurangi Ketergantungan Energi Fosil di Indonesia

Peringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana
Berita Hari Ini

3

Peringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana

Investasi ENI di Kalimantan Timur: Proyek Migas Besar dengan Nilai Investasi 15 Miliar Dolar AS
Berita Hari Ini

4

Investasi ENI di Kalimantan Timur: Proyek Migas Besar dengan Nilai Investasi 15 Miliar Dolar AS

PLTA Jelok dan Timo Jadi Perhatian PLN dalam Penguatan Wisata Air Candirejo, Kenapa?
Berita Hari Ini

5

PLTA Jelok dan Timo Jadi Perhatian PLN dalam Penguatan Wisata Air Candirejo, Kenapa?

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up