Djawanews.com - Investasi energi hijau kembali mencatat lonjakan signifikan. Produsen baterai kendaraan listrik asal China, CATL berhasil menghimpun dana sekitar US$5 miliar melalui penawaran saham H, menandai minat investor global terhadap sektor energi bersih yang terus meningkat.
Lonjakan itu terjadi di tengah kenaikan harga minyak akibat perang Iran, mempercepat pergeseran dunia dari bahan bakar fosil ke energi hijau. Menurut lembaga pemikir energi Ember, ekspor China untuk produk tenaga surya, baterai, dan kendaraan listrik mencapai rekor tertinggi pada Maret 2026.
CATL menguasai 38,1 persen pangsa pasar baterai kendaraan listrik global hingga akhir 2025, menjadikannya produsen baterai terbesar di dunia. Perusahaan ini memasok baterai untuk Tesla, BMW, Volkswagen, Xiaomi, dan Nio.
Investasi Energi Hijau: CATL Himpun US$5 Miliar untuk Ekspansi dan Inovasi
Penawaran saham H CATL senilai HK$ 39,2 miliar dilakukan dengan harga di batas bawah kisaran, diskon 7 persen dari harga penutupan sebelumnya. Meski harga saham sempat turun, penggalangan dana ini tetap menjadi penawaran saham terbesar di Hong Kong tahun ini dan transaksi ekuitas terbesar kedua secara global pada 2026.
Para analis menilai langkah ini cerdas dan oportunistik. CATL memanfaatkan momentum kenaikan saham, gangguan pasokan bahan bakar fosil, dan minat investor terhadap saham teknologi kelas berat.
Dana yang diperoleh akan digunakan untuk ekspansi pabrik global, pengembangan bisnis nol karbon, penelitian dan pengembangan, serta kebutuhan operasional perusahaan.
Secara global, tren investasi energi hijau menunjukkan bahwa permintaan terhadap solusi berkelanjutan semakin meningkat. Investor tidak hanya mencari pertumbuhan nilai saham, tetapi juga kontribusi perusahaan terhadap transisi energi rendah karbon. Langkah CATL memperkuat posisi sektor energi bersih sebagai magnet investasi masa depan.
Investasi energi hijau semakin diminati secara global. CATL berhasil menghimpun US$5 miliar, menegaskan tren peralihan ke energi bersih, memperkuat pasar baterai, dan mendorong inovasi nol karbon.
Demikian informasi seputar perkembangan investasi energi hijau di Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.