Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Eko Kuntadhi Kritik MUI Soal Yahya Waloni: Bikin Sertifikasi, Sekarang Sendal Jepit Saja Bisa Jadi Penceramah
Tangkap Layar dari akun Instagram Eko Kuntadhi

Eko Kuntadhi Kritik MUI Soal Yahya Waloni: Bikin Sertifikasi, Sekarang Sendal Jepit Saja Bisa Jadi Penceramah

Moksa Hutasoit
Moksa Hutasoit 29 April 2021 at 12:00pm

Djawanews - Aktivis media sosial yang menaruh perhatian tinggi terhadap masalah keberagaman di Indonesia, Eko Kuntadhi, melontarkan kritik keras kepada MUI dan Kementerian Agama. Harus ada sertifikasi kepada semua penceramah agama untuk mencegah munculnya sosok seperti Ustaz Yahya Waloni.

Seperti kita tahu, sudah beberapa kali ini keberadaan Ustaz Yahya Waloni ditentang banyak pihak. Dalam setiap ceramahnya, Ustaz Yahya Waloni seringkali menyelipkan kalimat-kalimat bernada ujaran kebencian.

Dia juga beberapa kali melempar pernyataan yang dianggap menistakan agama lain. Yang terbaru, Yahya Waloni bilang Firman Tuhan itu fikti dan palsu. Ucapannya itu berujung pelaporan Yahya Waloni ke Bareskrim Mabes Polri dari sejumlah orang mengatasnamakan Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme.

Kata Eko, MUI dan Kemenag harus bisa segera membuat sertifikasi untuk para penceramah di Indonesia. Dengan sertifikasi itu, tidak mudah bagi para pemuka agama bisa naik ke mimbar untuk berbicara sebagai penceramah.

"Penceramah agama minimal punya pemahaman tertentu untuk bisa memberikan khotbah. Kalau sekarang, sendal jepit aja bisa jadi penceramah," kata Eko kepada djawanews, Kamis (29/4/2021).

Tahun lalu, isu program sertifikasi penceramah dari Kemenag memang sempat jadi perbincangan. Cuma melalui Direktur Jenderal Bina Masyarakat Islam Kamaruddin Amin, Kemenag menegaskan program sertifikasi penceramah itu berbeda dengan program sertifikasi profesi.

Program sertifikasi penceramah yang dimaksud tidak spesial. Hanya untuk meningkatkan kapasitas para penceramah. Maksudnya, kalau tidak memiliki sertifikasi, tidak akan ada konsekuensi apa-apa.

Ini yang disesali oleh Eko Kuntadhi. Pasalnya, agama hadir untuk menyebar kebaikan. Bukan malah menciptakan permusuhan.

"Ini tidak sehat buat kita. Agama yang seharusnya mengajarkan kebaikan, di tangan Waloni, misalnya, jadi ajang penyebar kebencian," tandasnya.

Bagikan:
#Yahya Waloni#Ustaz Yahya Waloni dilaporkan#Toleransi#sertifikasi penceramah#MUI#KEMENAG#Eko Kunthadi

Berita Terkait

    Lakukan Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Bulog Penuh, Distributosi Perlu Kolaborasi
    Berita Hari Ini

    Lakukan Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Bulog Penuh, Distributosi Perlu Kolaborasi

    Djawanews.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI DIY, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. menegaskan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta memegang peran penting dalam menjaga stabilitas ....
    MS Hadi
    MS Hadi
  • Transisi Energi di Asia Didorong British International Investment dengan Pendanaan £1,1 Miliar
    Berita Hari Ini

    Transisi Energi di Asia Didorong British International Investment dengan Pendanaan £1,1 Miliar

    Saiful Ardianto 30 Apr 2026 19:29
  • Investasi Energi Hijau Meningkat, CATL Himpun Dana US$5 Miliar?
    Berita Hari Ini

    Investasi Energi Hijau Meningkat, CATL Himpun Dana US$5 Miliar?

    Saiful Ardianto 29 Apr 2026 14:54
  • PLTA saat EL NINO: Tantangan dan Dampaknya pada Pasokan Listrik Indonesia?
    Berita Hari Ini

    PLTA saat EL NINO: Tantangan dan Dampaknya pada Pasokan Listrik Indonesia?

    Djawanews.com - Fenomena El Nino kembali menjadi perhatian nasional karena potensi mengurangi ketersediaan air di bendungan dan sungai, berdampak langsung pada kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Air ( ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • PLTA Jelok dan Timo Jadi Perhatian PLN dalam Penguatan Wisata Air Candirejo, Kenapa?
    Berita Hari Ini

    PLTA Jelok dan Timo Jadi Perhatian PLN dalam Penguatan Wisata Air Candirejo, Kenapa?

    Saiful Ardianto 27 Apr 2026 20:21
  • Peringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana
    Berita Hari Ini

    Peringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana

    MS Hadi 25 Apr 2026 10:18

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up