Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Waspada Bagi Penggemar Burung! Banyak Burung Mati Karena Penyakit Misterius
Burung penyanyi (fineartamerica.com)

Waspada Bagi Penggemar Burung! Banyak Burung Mati Karena Penyakit Misterius

MS Hadi
MS Hadi 10 Juli 2021 at 06:39pm

Djawanews.com – Infeksi misterius atau penyakit misterius yang membutakan dan membunuh burung penyanyi (songbirds) menyebar di seluruh AS. Bahkan  kini telah tercatat dalam ribuan kasus di sembilan negara bagian. Para pembiak, peternak dan pecinta burung harus waspada.

Penyakit  yang menyebabkan pembengkakan dan pengerasan kulit di atas mata, serta gangguan saraf ini pertama kali dilaporkan di wilayah Washington DC pada awal Mei lalu. Kasus yang sama muncul di Maryland, Virginia, dan Virginia Barat. Kasus itu juga sudah menyebar di Delaware, New Jersey, dan Pennsylvania dan sejauh barat Ohio, Indiana dan Kentucky.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), menyatakan, banyak burung memiliki bola mata yang bengkak dan berkerak, serta disertai dengan gerakan goyah yang menunjukkan masalah neurologis.

Penyebab penyakit masih belum diketahui. Namun para pejabat telah mengesampingkan beberapa penyakit yang menjadi penyebabnya. Misalnya flu burung, virus West Nile, salmonella, klamidia, penyakit Newcastle, herpes dan parasit Trichomonas, di antara patogen lainnya. Mereka juga mengkonfirmasi penyakit itu tidak terkait dengan masalah kesehatan pada manusia, ternak atau ungags lainnya.

Departemen Ikan dan Margasatwa New Jersey melaporkan bahwa sebagian besar burung yang mengalami gangguan ini dalam kondisi tubuh yang baik,  bahkan kemungkinan masih diberi makan oleh induknya.

Pada awalnya, USGS mengindikasikan penyakit itu terbatas pada grackles dan blue jay, dua spesies yang biasa ditemukan di wilayah Atlantik tengah.

USGS  kemudian memperbarui laporannya minggu lalu untuk menambahkan burung jalak Eropa, burung robin Amerika, kardinal utara, burung pipit, cowbird berkepala coklat dan burung penyanyi lainnya masuk ke dalam daftar yang terkena penyakit itu.

Pakar satwa liar di Maryland, Virginia, Washington D.C., dan Virginia Barat pertama kali menerima laporan infeksi pada awal Mei 2021. Ini terakit dengan setidaknya 325 kasus unggas yang sakit atau mati.

"Tampaknya cukup luas, dan juga meluas untuk jangka waktu yang cukup bagus," kata dokter hewan Departemen Sumber Daya Margasatwa Virginia, Megan Kirchgessner, kepada The Washington Post, Mei lalu. "Dan itu terus berlanjut."

Antara 23 Mei dan 30 Juni, Departemen Sumber Daya Margasatwa Virginia menerima 1.400 laporan tentang burung yang sakit atau sekarat.  WWBT melaporkan bahwa sekitar sepertiga burung yang sekarat digambarkan memiliki masalah mata dan/atau tanda-tanda neurologis.

Baca Juga:
  • Indonesia Catat 1.835 Spesies Burung, Kokohkan Posisi sebagai Negara Megabiodiversitas
  • Pulau Terpencil Ini Hanya Dihuni 20 Orang dan Rumah bagi Sejuta Lebih Burung
  • Dari Kutilang hingga Cockatiel, Ini 6 Burung yang Mudah Perawatannya

Departemen Sumber Daya Ikan dan Margasatwa Kentucky juga telah menerima lebih dari 250 laporan tentang burung yang sakit atau sekarat terkait dengan penyakit yang tidak dapat dijelaskan itu sejak portal onlinenya ditayangkan pada 17 Juni.

Departemen Sumber Daya Alam Indiana telah mengutip hampir 300 kasus di 53 kabupaten sejak akhir Mei, dengan banyak di kabupaten Allen dan Kosciusko timur laut.

Badan-badan lingkungan, National Park Service dan USGS sedang melakukan penyelidikan berkelanjutan di seluruh negara bagian yang terkena dampak.

Mereka memperingatkan bahwa burung yang berkumpul di pemandian dan tempat makan dapat menularkan penyakit dan telah meminta masyarakat untuk menyingkirkannya sampai potensi wabah ini selesai.

"Alasannya adalah karena kami ingin burung dapat menjaga jarak secara sosial secara alami," kata Allisyn Gillet, ahli burung di Departemen Sumber Daya Alam Indiana. “Namun mereka tidak memiliki pengetahuan bahwa itu tidak baik bagi mereka ketika ada penyakit yang menyebar.”

Anggota masyarakat disarankan untuk tidak menangani unggas, terutama yang sakit atau mati. Akan tetapi jika penanganan diperlukan, mereka harus mengenakan sarung tangan sekali pakai dan memasukkan unggas mati ke dalam kantong plastik yang dapat ditutup ke tempat sampah.

Siapa pun yang menemukan burung yang sakit atau mati didorong untuk menghubungi lembaga konservasi satwa liar setempat atau menyerahkan laporan ke formulir kejadian kematian Survei Geologi Amerika Serikat.

Bagikan:
#kesehatan#djawanews#BURUNG#Burung penyanyi#Penggemar burung#USGS#WWBT

Berita Terkait

    Krisis Geopolitik Global Percepat Agenda Transisi Energi Terbarukan Indonesia, Ini Alasannya!
    Berita Hari Ini

    Krisis Geopolitik Global Percepat Agenda Transisi Energi Terbarukan Indonesia, Ini Alasannya!

    Djawanews.com - Krisis geopolitik yang terjadi di Iran kembali menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk mempercepat transisi energi terbarukan. Ketegangan global yang memengaruhi stabilitas pasokan energi ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • PLTA Danau Kerinci Jadi Lokasi Restocking Ikan: Ini Kata Gubernur Al Haris?
    Berita Hari Ini

    PLTA Danau Kerinci Jadi Lokasi Restocking Ikan: Ini Kata Gubernur Al Haris?

    Saiful Ardianto 16 Mar 2026 12:03
  • Arkora Hydro (ARKO) Jaga Tren Positif Lewat Proyek Energi Bersih, Optimistis Kinerja Keuangan Meningkat pada 2026?
    Berita Hari Ini

    Arkora Hydro (ARKO) Jaga Tren Positif Lewat Proyek Energi Bersih, Optimistis Kinerja Keuangan Meningkat pada 2026?

    Saiful Ardianto 13 Mar 2026 15:22
  • Energi Nabati Sawit Jadi Opsi Indonesia di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia?
    Berita Hari Ini

    Energi Nabati Sawit Jadi Opsi Indonesia di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia?

    Djawanews.com - Lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah mulai memicu kewaspadaan banyak negara Asia. Sejumlah pemerintah menempuh langkah cepat, mulai dari pembatasan ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Batu bara Indonesia di Tengah Krisis Energi Global dan Ancaman Pasokan Domestik: Gini Penjelasannya!
    Berita Hari Ini

    Batu bara Indonesia di Tengah Krisis Energi Global dan Ancaman Pasokan Domestik: Gini Penjelasannya!

    Saiful Ardianto 11 Mar 2026 16:12
  • PLTA Batangtoru Tunjukkan Pentingnya Ekosistem bagi Energi Terbarukan, Ini Buktinya!
    Berita Hari Ini

    PLTA Batangtoru Tunjukkan Pentingnya Ekosistem bagi Energi Terbarukan, Ini Buktinya!

    Saiful Ardianto 10 Mar 2026 17:06

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Populer

Arkora Hydro (ARKO) Jaga Tren Positif Lewat Proyek Energi Bersih, Optimistis Kinerja Keuangan Meningkat pada 2026?
Berita Hari Ini

1

Arkora Hydro (ARKO) Jaga Tren Positif Lewat Proyek Energi Bersih, Optimistis Kinerja Keuangan Meningkat pada 2026?

PLTA Danau Kerinci Jadi Lokasi Restocking Ikan: Ini Kata Gubernur Al Haris?
Berita Hari Ini

2

PLTA Danau Kerinci Jadi Lokasi Restocking Ikan: Ini Kata Gubernur Al Haris?

Krisis Geopolitik Global Percepat Agenda Transisi Energi Terbarukan Indonesia, Ini Alasannya!
Berita Hari Ini

3

Krisis Geopolitik Global Percepat Agenda Transisi Energi Terbarukan Indonesia, Ini Alasannya!

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up