Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Wacana Sekolah Daring, Gus Hilmy: Jangan Jadikan Pendidikan Korban Kebijakan Energi
Anggota DPD RI dari D.I. Yogyakarta, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. (IST)

Wacana Sekolah Daring, Gus Hilmy: Jangan Jadikan Pendidikan Korban Kebijakan Energi

MS Hadi
MS Hadi 24 Maret 2026 at 10:19pm

Djawanews.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., menanggapi wacana pemerintah terkait penerapan pembelajaran daring pasca libur Lebaran pada April 2026. Ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak mengorbankan kualitas pendidikan nasional dan tidak menjadikan sektor pendidikan sebagai alat penyesuaian kebijakan di luar bidangnya.

Gus Hilmy, sapaan akrabnya, menilai arah kebijakan tersebut perlu dipikirkan lebih mendalam karena tidak berbasis pada kebutuhan utama pendidikan. Menurutnya, jika persoalan utama adalah energi, maka solusi harus dicari di sektor yang relevan.

 “Kalau problemnya energi, jangan pendidikan yang dikorbankan. Pemerintah seharusnya memperkuat langkah strategis di sektor lain, termasuk diplomasi luar negeri, agar kepentingan nasional tetap terjaga tanpa harus mengganggu proses belajar. Kita punya ruang untuk memperjuangkan akses di jalur-jalur strategis global yang berdampak langsung pada energi. Pendidikan tidak boleh dijadikan instrumen untuk menutup persoalan yang seharusnya diselesaikan di sektor lain,” papar Anggota Komite I DPD RI tersebut melalui keterangan tertulis, Selasa (24/03/2026).

Sektor lain itu, kata Gus Hilmy, misalnya melalui pembatasan BBM pada kendaraan pribadi, kampanye penggunaan transportasi umum, kampanye hemat listrik, dan kampanye minimalisir penggunaan alat-alat rumah tangga yang membutuhkan listrik. Secara kasat mata, menuturnya, sektor ini lebih besar kebutuhan energinya.

Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut juga menyinggung pentingnya pendekatan diplomasi yang lebih aktif dalam merespons situasi geopolitik global, khususnya terkait konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada jalur energi dunia. Untuk itu, ia mendorong Presiden Prabowo Subianto agar mengambil peran yang lebih konstruktif di tingkat internasional, bukan justru menyesuaikan kebijakan domestik yang berdampak pada sektor pendidikan.

“Presiden perlu mengambil langkah diplomasi yang lebih aktif dan terukur dengan mengajak negara-negara Islam untuk memahami posisi Iran dalam konteks mempertahankan kedaulatan negaranya dari tekanan dan serangan eksternal. Indonesia bisa memainkan peran sebagai jembatan dialog, bukan sekadar penonton yang menyesuaikan kebijakan dalam negeri akibat dampak konflik global. Upaya membuka akses yang lebih longgar bagi negara-negara yang tidak terlibat konflik, termasuk Indonesia, menjadi penting agar jalur energi tetap terjaga tanpa harus mengorbankan sektor lain seperti pendidikan. Ini soal keberanian mengambil posisi strategis di panggung global, bukan sekadar mengelola dampak di dalam negeri,” ujarnya.

Selain itu, Gus Hilmy juga menyoroti belum adanya data terbuka yang menunjukkan kontribusi aktivitas sekolah terhadap konsumsi energi nasional. Menurutnya, kebijakan tanpa basis data yang kuat akan berisiko tidak tepat sasaran.

“Sampai hari ini belum ada penjelasan yang transparan mengenai berapa besar konsumsi energi dari aktivitas sekolah dan berapa persen penghematan yang ingin dicapai. Tanpa data itu, kebijakan ini sulit dipertanggungjawabkan secara rasional. Pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka agar publik bisa menilai urgensinya. Selain itu, perlu dijawab juga kenapa sektor lain tidak lebih dulu menjadi prioritas efisiensi,” katanya.

Anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY tersebut mengingatkan bahwa pengalaman pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi Covid-19 menunjukkan banyak persoalan serius. Ia menilai kondisi saat ini belum cukup berubah untuk menjamin keberhasilan kebijakan serupa.

“Pengalaman pandemi memberi pelajaran penting bahwa pembelajaran jarak jauh menimbulkan ketertinggalan belajar yang nyata. Kesenjangan akses internet masih tinggi, terutama di wilayah desa dan kawasan 3T. Tidak semua guru siap dengan desain pembelajaran digital yang efektif dan terukur. Kalau kondisi dasarnya belum berubah, maka risiko yang sama akan terulang,” tegasnya.

Selain itu, Gus Hilmy juga menyoroti potensi masalah dalam sistem evaluasi pembelajaran. Menurutnya, pembelajaran daring berisiko melemahkan proses penilaian capaian belajar siswa.

“Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran saat daring tidak berjalan optimal. Penilaian sering tidak mencerminkan kondisi riil kemampuan siswa. Ini berbahaya karena bisa menimbulkan ilusi capaian belajar. Dalam jangka panjang, kualitas sumber daya manusia bisa terdampak,” katanya.

Di sisi lain, Gus Hilmy menilai kebijakan ini akan menambah beban orang tua. Kondisi sosial keluarga di Indonesia, pada umumnya perlu menjadi pertimbangan dalam setiap kebijakan pendidikan.

“Banyak orang tua bekerja dan tidak selalu bisa mendampingi anak belajar di rumah. Dalam satu keluarga bisa ada dua atau tiga anak usia sekolah yang harus diawasi bersamaan. Beban ini akan lebih banyak jatuh kepada ibu di rumah. Negara perlu mempertimbangkan aspek ini sebelum mengambil kebijakan,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Gus Hilmy mempertanyakan kesiapannya jika pembelajaran dilakukan dari rumah. Menurutnya, aspek distribusi dan partisipasi siswa perlu diperhitungkan secara matang.

“Kalau makanan harus dikirim ke rumah, apakah negara siap dengan sistem distribusi untuk jutaan siswa. Kalau siswa diminta mengambil ke sekolah, pengalaman sebelumnya menunjukkan banyak yang tidak datang. Evaluasi saat Ramadhan kemarin memperlihatkan minat pengambilan yang rendah, apalagi jika menunya tidak menarik. Ini bukan hal kecil, karena menyangkut efektivitas program dan penggunaan anggaran,” ujarnya.

Dari berbagai pertimbangan tersebut, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tersebut mengusulkan agar pemerintah menunda kebijakan tersebut atau jika harus dilakukan, maka sebaiknya tidak menerapkan kebijakan secara serentak di seluruh Indonesia. Ia mendorong pendekatan berbasis kesiapan daerah dan capaian belajar.

“Pengalihan model belajar seharusnya berbasis pada kualitas pendidikan, bukan semata pertimbangan teknis lain. Kebijakan ini sebaiknya dilatarbelakangi kajian mendalam yang bisa dibaca oleh publik sehingga bisa dipahami bersama. Selain itu, perlu dilakukan uji coba terbatas di daerah yang sudah siap, baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia. Di Jawa misalnya di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY. Jangan dulu diberlakukan secara nasional tanpa melihat kesenjangan yang ada. Kita harus jujur bahwa kondisi desa dan kota masih berbeda jauh. Kalau memang sudah ada kajian, terbuka saja. Sebaiknya tidak terburu-buru karena ini kebijakan yang berisiko,” pungkasnya.

Bagikan:
#Yogyakarta#Hilmy Muhammad

Berita Terkait

    Krisis Geopolitik Global Percepat Agenda Transisi Energi Terbarukan Indonesia, Ini Alasannya!
    Berita Hari Ini

    Krisis Geopolitik Global Percepat Agenda Transisi Energi Terbarukan Indonesia, Ini Alasannya!

    Djawanews.com - Krisis geopolitik yang terjadi di Iran kembali menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk mempercepat transisi energi terbarukan. Ketegangan global yang memengaruhi stabilitas pasokan energi ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • PLTA Danau Kerinci Jadi Lokasi Restocking Ikan: Ini Kata Gubernur Al Haris?
    Berita Hari Ini

    PLTA Danau Kerinci Jadi Lokasi Restocking Ikan: Ini Kata Gubernur Al Haris?

    Saiful Ardianto 16 Mar 2026 12:03
  • Arkora Hydro (ARKO) Jaga Tren Positif Lewat Proyek Energi Bersih, Optimistis Kinerja Keuangan Meningkat pada 2026?
    Berita Hari Ini

    Arkora Hydro (ARKO) Jaga Tren Positif Lewat Proyek Energi Bersih, Optimistis Kinerja Keuangan Meningkat pada 2026?

    Saiful Ardianto 13 Mar 2026 15:22
  • Energi Nabati Sawit Jadi Opsi Indonesia di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia?
    Berita Hari Ini

    Energi Nabati Sawit Jadi Opsi Indonesia di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia?

    Djawanews.com - Lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah mulai memicu kewaspadaan banyak negara Asia. Sejumlah pemerintah menempuh langkah cepat, mulai dari pembatasan ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Batu bara Indonesia di Tengah Krisis Energi Global dan Ancaman Pasokan Domestik: Gini Penjelasannya!
    Berita Hari Ini

    Batu bara Indonesia di Tengah Krisis Energi Global dan Ancaman Pasokan Domestik: Gini Penjelasannya!

    Saiful Ardianto 11 Mar 2026 16:12
  • PLTA Batangtoru Tunjukkan Pentingnya Ekosistem bagi Energi Terbarukan, Ini Buktinya!
    Berita Hari Ini

    PLTA Batangtoru Tunjukkan Pentingnya Ekosistem bagi Energi Terbarukan, Ini Buktinya!

    Saiful Ardianto 10 Mar 2026 17:06

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Populer

Wacana Sekolah Daring, Gus Hilmy: Jangan Jadikan Pendidikan Korban Kebijakan Energi
Berita Hari Ini

1

Wacana Sekolah Daring, Gus Hilmy: Jangan Jadikan Pendidikan Korban Kebijakan Energi

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up