Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Tren Artis Indo Mejeng di Billboard Times Square New York

Tren Artis Indo Mejeng di Billboard Times Square New York

Usman Mahendra
Usman Mahendra 04 Oktober 2021 at 12:34pm

Dilansir dari blog.netray.id: Beberapa waktu belakangan Billboard Times Square New York tengah ramai menjadi perbincangan netizen Indonesia. Bukan tanpa sebab, hal ini berkaitan dengan beberapa artis Indonesia yang berhasil mejeng di persimpangan kawasan penting kota New York itu. Layaknya papan reklame, deretan gedung tinggi di kawasan tersebut pun menampilkan berbagai artis-artis kelas atas dan internasional yang mengiklankan baik acara, maupun produk mereka. Namun bagi sebagian netizen Indonesia ini seolah menjadi kebanggaan tersendiri. Tren mejeng di Billboard Times Square membuat seolah para artis tanah air tersebut mampu menembus pasar Internasional. Lalu, apakah netizen menanggapi hal ini dengan serupa?

billboard times square
Intensitas Perbincangan Netizen
Grafik Sentimen Topik Billboard

Netray memantau perbincangan netizen Twitter terkait tren Billboard Times Square sejak 21 September 2021 sampai dengan 30 September 2021. Melalui grafik di atas tampak sebaran laju perbincangan netizen dan indeks sentimen negatif yang justru mendominasi topik ini. Mengapa demikian? Bukankah Mejeng di Billboard Times Square merupakan hal yang patut dibanggakan?

Statistics Report Twitter: Billboard Times Square

Netray menggunakan kata kunci, artis indo && billboard, artis && times square, dan overproud untuk dapat menjaring perbincangan netizen terkait topik ini. Hasilnya, selama periode pantauan Netray perbincangan netizen terkait topik ini mencapai 2,444 total tweets dengan jumlah impresi mencapai 6,7 juta dan menjangkau 4.3 juta pengguna akun Twitter.

Mulai dari musisi, aktor, hingga model Indonesia tampak terpajang di baliho versi elegan kawasan penting di New York tersebut. Dikutip melalui laman fimela.com setidaknya terdapat 17 artis Indonesia yang pernah terpampang di Billboard Times Square New York. Beberapa diantaranya, Maudy Ayunda, Luna Maya, Gading Martin, Raisa, Weird Genius, Nadin Amizah, dan lain sebagainya. Wajah-wajah yang berhasil terpampang tersebut bukan tanpa alasan, seperti halnya baliho pada umumnya Billboard Times Square tersebut juga mengisyaratkan promosi suatu brand atau produk.

Dilansir melalui laman mojok.co khusus untuk Raisa, Nadin Amizah, dan Maudy Ayunda foto mereka bahkan terpajang di gedung Times Tower setinggi 25 lantai. Tarif pemasangan/Pasang billboard di sana yaitu sekitar 5.000 sampai 50.000 dollar AS atau kisaran Rp71 juta – Rp710 juta rupiah, tergantung berapa lama baliho raksasa tersebut terpasang. Hal ini tentu saja mendapat apresiasi dari masyarakat Indonesia yang turut bangga para penyanyi yang memiliki bakat tersebut berhasil menembus iklan berskala internasional. Namun mengapa belakangan tren ini justru mendapat tanggapan yang cukup sinis dari netizen hingga didominasi oleh sentimen negatif?

Top Words Topik Tren Billboard Times Square

Berdasarkan penelusuran Netray melalui beberapa kata kunci yang digunakan untuk menjaring percakapan netizen terkait topik ini justru didominasi oleh istilah overproud. Mengapa istilah ini justru mendominasi topik perbincangan tren artis Indonesia mejeng di Billboard Times Square?

Dari MS Glow Hingga Erigo Mejeng di Billboard Times Square, Netizen; Overproud

Dikutip melalui mojok.co Awalnya, di tahun 2019, orang-orang sempat kaget melihat musisi Timur Tengah Amr Diab tiba-tiba muncul di billboard Times Square. Wissam Khodur tim Spotify Dubai, pernah mengatakan pada media bahwa ini memang hasil kerjanya. Dia memilih musisi potensial yang sekiranya bisa go internasional dengan beberapa kriteria tertentu. Tujuan Khodur jelas, Ia ingin menciptakan momen membanggakan buat musisi lokal agar tampil di muka internasional.  Rumus ini akhirnya nggak hanya diterapkan di Timur Tengah, negara-negara kecil kayak Indonesia juga punya kesempatan secara bergantian untuk menampilkan musisi lokal.

Kini kesempatan tersebut juga turut diikuti oleh berbagai brand lokal Indonesia lainnya, seperti Erigo dan MS Glow yang juga turut memajang iklan mereka di Billboard Times Square tersebut. Menanggapi momen hal ini netizen justru banyak mengomentari dengan istilah overproud yang berarti membanggakan sesuatu atau seseorang secara berlebihan.

Agaknya sebagian Netizen menilai bahwa overproud merupakan stigma masyarakat Indonesia yang terbiasa takjub dan bangga akan produk atau seseorang yang populer di kancah Internasional. Hal ini dapat menjadi perhatian dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Fenomena inilah yang ditangkap oleh para marketing untuk dapat membuat brand mereka semakin diminati oleh masyarakat seperti halnya yang disampaikan oleh akun @AgusMagelangan yang menilai brand Erigo dan MS Glow berhasil memanfaatkan overproud publik Indonesia.

Sebagai wilayah yang luasnya hanya 0,1 persen dari keseluruhan wilayah kota New York, Times Square justru mampu menghasilkan uang hingga 10 persen dari total penghasilan di sana. Hal ini disebabkan Times Square memiliki 238 billboard yang mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp 3 juta dollar atau Rp42 miliar tiap bulannya.

Dikutip melalui salah satu artikel mudanesia.com sebanyak 380.000 orang berjalan kaki setiap harinya di Times Square. Artinya dalam sebulan ada 11,4 juta orang lalu-lalang. Sebanyak 47 persen diantaranya mengunggah kegiatan mereka di tempat tersebut ke media sosial. Hasilnya, iklan yang dipasang di Times Square bisa mendapat impresi dari 1,5 juta orang tiap harinya. Akibatnya, gambar-gambar yang beriklan di Times Square menjadi pembicaraan masyarakat. Semakin banyak dibicarakan, brand mereka semakin dikenal.

Sayangnya, tren artis dan brand Indo mejeng di Billboard Times Square kini justru mendapat respon negatif dari netizen bahkan dinilai norak. Mereka menilai semua orang dapat menyewa baliho elegan tersebut asal dapat membayar harga yang mahal. Hal ini serupa dengan opini yang ditangkap melalui salah satu artikel mojok.co yang khawatir kalau kebanyakan artis muncul di Times Square, momen bangganya tiba-tiba luntur. Berasa dikit-dikit Times Square. Unsur “mengiklankan” wajah asing agar bisa dikenali justru menjadi tidak efektif.

Demikian hasil analisis Netray terkait tren Billboard Times Square New York yang belakangan tengah marak dan menjadi ajang bergengsi di Indonesia. Namun sayangnya, justru kini mendapat tanggapan sinis netizen hingga topik ini didominasi oleh sentimen negatif. Simak hasil analisis Netray lainnya melalui https://blog.netray.id/

Bagikan:
#Billboard#times square#times square new york

Berita Terkait

    Optimalisasi Struktur Sesi Bermain sebagai Pendekatan Rasional dalam Permainan Kasino Online
    Berita Hari Ini

    Optimalisasi Struktur Sesi Bermain sebagai Pendekatan Rasional dalam Permainan Kasino Online

    Optimalisasi Struktur Sesi Bermain sebagai Pendekatan Rasional dalam Permainan Kasino Online Perkembangan kasino online modern telah mengubah cara pemain berinteraksi dengan permainan. Akses yang mudah dan variasi ....
    MS Hadi
    MS Hadi
  • Evaluasi Pasca-Sesi sebagai Instrumen Strategis dalam Meningkatkan Kualitas Bermain Kasino Online
    Berita Hari Ini

    Evaluasi Pasca-Sesi sebagai Instrumen Strategis dalam Meningkatkan Kualitas Bermain Kasino Online

    MS Hadi 31 Jan 2026 22:26
  • Manajemen Ekspektasi dalam Permainan Kasino Online sebagai Fondasi Keputusan yang Stabil dan Rasional
    Berita Hari Ini

    Manajemen Ekspektasi dalam Permainan Kasino Online sebagai Fondasi Keputusan yang Stabil dan Rasional

    MS Hadi 31 Jan 2026 22:25
  • Strategi Penyesuaian Intensitas Bermain dalam Kasino Online untuk Menjaga Stabilitas Modal dan Keputusan
    Berita Hari Ini

    Strategi Penyesuaian Intensitas Bermain dalam Kasino Online untuk Menjaga Stabilitas Modal dan Keputusan

    Strategi Penyesuaian Intensitas Bermain dalam Kasino Online untuk Menjaga Stabilitas Modal dan Keputusan Dalam diskursus mengenai strategi kasino online, perhatian sering terfokus pada pemilihan permainan, RTP, atau ....
    MS Hadi
    MS Hadi
  • Pendekatan Expected Value dalam Menyusun Strategi Bermain Kasino Online yang Terukur dan Berkelanjutan
    Berita Hari Ini

    Pendekatan Expected Value dalam Menyusun Strategi Bermain Kasino Online yang Terukur dan Berkelanjutan

    MS Hadi 31 Jan 2026 22:23
  • Pengaruh Psikologi Keputusan terhadap Efektivitas Strategi Bermain Kasino Online Berbasis Data
    Berita Hari Ini

    Pengaruh Psikologi Keputusan terhadap Efektivitas Strategi Bermain Kasino Online Berbasis Data

    MS Hadi 31 Jan 2026 22:22

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Populer

Pabrik HPAL Vale Ditopang Tiga PLTA, Strategi Efisiensi Energi dan Rendah Emisi
Berita Hari Ini

1

Pabrik HPAL Vale Ditopang Tiga PLTA, Strategi Efisiensi Energi dan Rendah Emisi

Kuota Impor BBM SPBU Swasta Kembali Diberlakukan per 6 Bulan, ESDM Perkuat Evaluasi Pasok?
Berita Hari Ini

2

Kuota Impor BBM SPBU Swasta Kembali Diberlakukan per 6 Bulan, ESDM Perkuat Evaluasi Pasok?

PLTA Batang Toru: Pengelola Ajukan Banding Setelah Izin Lingkungan Dicabut, Pemerintah Tindak Lanjut dengan Audit Lingkungan
Berita Hari Ini

3

PLTA Batang Toru: Pengelola Ajukan Banding Setelah Izin Lingkungan Dicabut, Pemerintah Tindak Lanjut dengan Audit Lingkungan

Eropa Percepat Pengembangan Energi Angin di Laut Utara: Komitmen 100 Gigawatt hingga 2050
Berita Hari Ini

4

Eropa Percepat Pengembangan Energi Angin di Laut Utara: Komitmen 100 Gigawatt hingga 2050

PLTA Raksasa: Pembangunan Digenjot untuk Solusi Ketahanan Energi Eropa?
Berita Hari Ini

5

PLTA Raksasa: Pembangunan Digenjot untuk Solusi Ketahanan Energi Eropa?

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up