Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Teknologi Nuklir Modern Bakal Jadi Arah Baru Ketahanan Energi Nasional, Kok Bisa?
Sejarah panjang dan inovasi teknologi nuklir modern mengantar Indonesia memasuki era baru ketahanan energi nasional melalui rencana pembangunan PLTN dan PLTN terapung. (Tribunnews.com)

Teknologi Nuklir Modern Bakal Jadi Arah Baru Ketahanan Energi Nasional, Kok Bisa?

Saiful Ardianto
Saiful Ardianto 20 November 2025 at 11:31am

Djawanews.com - Gagasan pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai sesungguhnya bukan hal baru bagi Indonesia. Jejak historisnya dapat ditelusuri sejak Presiden Soekarno meletakkan batu pertama Reaktor TRIGA MARK II pada 9 April 1961 di Bandung. Sektor teknologi modern pun mulai dilirik.

Empat tahun kemudian, reaktor itu diresmikan dan digunakan untuk penelitian, pelatihan, serta produksi isotop. Dalam pidatonya, Soekarno menegaskan bahwa teknologi nuklir modern harus dimanfaatkan demi kesejahteraan rakyat, sebuah prinsip yang terus dipegang selama enam dekade berikutnya.

Pada era Presiden Soeharto, arah pengembangan nuklir semakin konkret melalui pembangunan Reaktor Kartini di Yogyakarta dan Reaktor Siwabessy di Serpong. Ketiga reaktor tersebut masih aktif hingga kini, menjadi fondasi penting untuk riset dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Pemerintah saat itu juga membentuk infrastruktur pendukung mulai dari peraturan, pendidikan hingga pengembangan kawasan nuklir utama di Bandung, Yogyakarta, dan Serpong

Indonesia Memasuki Babak Baru Teknologi Nuklir Modern

Setelah sempat tertunda selama beberapa pemerintahan, arah energi nuklir kembali menguat pada era Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah memasukkan pembangunan dua unit PLTN berkapasitas 2×250 MW dalam RUPTL 2025 sampai 2034.

Keputusan itu menandai pergeseran penting karena PLTN kini diposisikan sebagai komponen penyeimbang energi nasional, bukan lagi opsi terakhir.

Kemajuan teknologi nuklir modern generasi keempat yang menawarkan sistem keselamatan lebih tinggi menjadi dasar optimisme pemerintah. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan ESDM, Jisman Hutajulu, menekankan bahwa penerimaan publik, pembentukan NEPIO, dan pelibatan BUMN adalah tahapan penting untuk memastikan kesiapan regulasi dan operasional.

Salah satu inovasi yang kini dipertimbangkan adalah PLTN terapung. Teknologi yang telah digunakan Rusia sejak 2019 diyakini sangat cocok untuk Indonesia yang memiliki belasan ribu pulau dan banyak wilayah terpencil. Reaktor terapung seperti KLT 40S mampu beroperasi hingga 40 tahun, aman dari risiko gempa, dan dapat melakukan desalinasi air laut.

Kapasitas kompaknya dinilai relevan untuk daerah tambang, pesisir, serta kawasan dengan akses energi terbatas.

Dengan kemampuan menyediakan listrik sekaligus air bersih, PLTN terapung dianggap mampu menjawab tantangan energi sekaligus kebutuhan dasar masyarakat kepulauan. Sejumlah pakar menilai teknologi nuklir modern memungkinkan Indonesia mengembangkan hidrogen hijau serta bahan bakar sintetis, mempercepat transisi energi dan memperkuat ketahanan nasional.

Transformasi menuju teknologi nuklir modern menunjukkan bahwa Indonesia sedang memasuki era baru ketahanan energi. Kombinasi pengalaman historis, kesiapan regulasi, dan inovasi seperti PLTN terapung menjadikan peluang nuklir semakin nyata untuk menjawab kebutuhan energi masa depan.

Demikian informasi seputar perkembangan sektor teknologi nuklir modern. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.

Bagikan:
#BISNIS#ekonomi#Keuangan#Teknologi Nuklir Modern#PLTN Indonesia#Energi Nuklir#PLTN terapung#transisi energi#RUPTL#ketahanan energi#nuklir generasi keempat#Rosatom#PRABOWO SUBIANTO

Berita Terkait

    Proyek PLTA Mentarang: Pembahasan yang Beredar di Masyarakat
    Berita Hari Ini

    Proyek PLTA Mentarang: Pembahasan yang Beredar di Masyarakat

    Djawanews.com - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mentarang yang berlokasi di Kalimantan Utara sedang memicu kontroversi, meskipun mengusung label "energi hijau" yang seharusnya ramah lingkungan. ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Pemkab Sigi Izinkan Lima Lokasi PLTA Ramah Lingkungan untuk Energi Hijau, Makin Ngacir?
    Berita Hari Ini

    Pemkab Sigi Izinkan Lima Lokasi PLTA Ramah Lingkungan untuk Energi Hijau, Makin Ngacir?

    Saiful Ardianto 09 Feb 2026 12:49
  • PLTM Sei Wampu Jadi Andalan Energi Air Sumut, Tambah Pasokan Listrik Hijau?
    Berita Hari Ini

    PLTM Sei Wampu Jadi Andalan Energi Air Sumut, Tambah Pasokan Listrik Hijau?

    Saiful Ardianto 06 Feb 2026 12:33
  • Medco Energi (MEDC) Peroleh Kredit Rp800 Miliar untuk Perkuat Pendanaan, Kok Bisa?
    Berita Hari Ini

    Medco Energi (MEDC) Peroleh Kredit Rp800 Miliar untuk Perkuat Pendanaan, Kok Bisa?

    Djawanews.com - PT Medco Energi Internasional Tbk atau Medco Energi (MEDC) kembali memperkuat struktur pendanaannya melalui fasilitas kredit baru. Emiten energi terintegrasi ini menandatangani perjanjian kredit ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Konstruksi PLTA Batang Toru Bakal Kena Perombakan, Apa Penyebabnya?
    Berita Hari Ini

    Konstruksi PLTA Batang Toru Bakal Kena Perombakan, Apa Penyebabnya?

    Saiful Ardianto 04 Feb 2026 13:09
  • Status Lahan PLTA Karebbe: DPRD Sulsel Telusuri Kepastian Hukum yang Masih Belum Pasti?
    Berita Hari Ini

    Status Lahan PLTA Karebbe: DPRD Sulsel Telusuri Kepastian Hukum yang Masih Belum Pasti?

    Saiful Ardianto 03 Feb 2026 12:59

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up