Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Sebelumnya Jokowi Kemudian Anies, Prabowo ‘Ditikung’ oleh Gubernur yang Pernah Diusungnya?
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan (Dok. Antara)

Sebelumnya Jokowi Kemudian Anies, Prabowo ‘Ditikung’ oleh Gubernur yang Pernah Diusungnya?

MS Hadi
MS Hadi 07 Oktober 2022 at 09:04am

Djawanews.com – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali ditinggalkan Gubernur yang pernah diusungnya. Setelah dideklarasikan Partai NasDem sebagai calon presiden, Anies Baswedan diprediksi akan menjadi rival Prabowo dalam Pilpres 2024.

Sebelumnya Prabowo Subianto pernah mengusung Joko Widodo (Jokowi) pada Pilkada DKI 2012 di mana Jokowi berhasil menjadi orang nomor satu di Ibu Kota. Namun pada 2014 dan berlanjut pada 2019, Jokowi menjadi ‘lawan’ Prabowo menuju kursi RI1.

Sebagian pihak menanggap Prabowo sering 'ditikung' figur yang pernah didukungnya. Benarkah demikian?

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, justru menilai menangnya Jokowi dan Anies dalam Pilkada menjadi nilai plus bagi Prabowo. Dari peristiwa politik itu, Prabowo bakal dinilai mampu melihat potensi kepemimpinan seseorang dan mengantarkannya menjadi pemimpin yang diperhitungkan di Tanah Air.

"Jokowi misalnya, kariernya melejit dan sekarang menjadi presiden dua periode. Walaupun kerap mendapat kritik, namun Jokowi setidaknya mampu memimpin negeri yang besar dan heterogen," ujar Jamiluddin di Jakarta, Jumat, 7 Oktober.

Sementara Anies, lanjut dia, juga terbukti mampu memimpin Jakarta dengan sejumlah prestasinya. Anies yang duduk di kursi DKI 1 atas hasil sorongan Gerindra pun didapuk oleh NasDem menjadi Cpares 2024.

"Jadi, kalau pun Prabowo harus berhadapan dengan Jokowi dan kemungkinan tahun 2024 dengan Anies, tentu tidak ada yang perlu dipersoalkan. Baik Jokowi maupun Anies tidak melanggar hukum atau etika politik," kata Jamiluddin.

Mengenai video Anies yang menyatakan tidak akan maju dalam Pilpres bila Prabowo jadi capres, menurut Jamiluddin hal itu tidak akan membuat Menteri Pertahanan itu kecewa. Pasalnya pernyataan Anies tersebut konteksnya untuk Pilpres 2019.

"Jadi, Prabowo tidak akan kecewa, apalagi merasa ditikung oleh Jokowi atau Anies. Hanya orang lain yang menilai demikian," katanya.

Prabowo, tambah Jamiluddin, justru bangga telah mengantarkan orang-orang pilihannya menjadi pemimpin di tanah air.

"Sebab, Prabowo memang tulus saat mengusung Jokowi dan Anies pada Pilkada DKI Jakarta," demikian Jamiluddin.

Baca Juga:
  • Donald Trump Menang Pilpres AS: Setiap Hari Saya Akan Berjuang untuk Rakyat dengan Setiap Napas di Tubuh
  • Joe Biden Mundur dari Pencapresan, Dukung Kamala Harris Maju Lawan Trump
  • Diwawancara Al Jazeera, Prabowo Tak Menampik Faktor Jokowi Membuatnya Menang Pilpres

Anies Berhadapan Prabowo Sempat Diprediksi

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengaku, pernah diingatkan oleh sejumlah pihak terkait potensi Anies maju sebagai capres menyaingi Ketua Umumnya, Prabowo Subianto.

Ungkapkan itu, kata Muzani, muncul saat Prabowo mendukung Anies di Pilgub DKI 2017.

"Dulu ketika Pak Prabowo akan memberi persetujuan Anies baswedan jadi cagub, banyak yang mengingatkan bahwa Anies nanti berpotensi menjadi capres yang berpotensi menyaingi Pak Prabowo," kata Muzani kepada wartawan, Kamis, 6 Oktober.

Namun, lanjut Muzani, hal itu tidak terlalu dipikirkannya. Sebab menurutnya, Jakarta memang perlu figur yang mampu menata ibukota menjadi lebih baik.

"Dan kita merasa harus mencari figur yang bisa menata sesuai kebutuhan Jakarta. Karena itu, semua pandangan kita terima, kita dengar, tetapi kepentingan dan kemaslahatan Jakarta lebih diutamakan daripada kepentingan dan kebutuhan politik kita," ungkap Muzani.

Sama halnya ketika Prabowo mengusung Jokowi di Pilkada DKI 2012. Pada akhirnya pun, Prabowo harus berhadapan dengan Jokowi di Pilpres 2014.

"Itu yang terjadi pada saat 2012 hal yang sama ketika kami mengusung Jokowi-Ahok, kira-kira seperti itu. Walaupun pada akhirnya Pak Prabowo 2 tahun kemudian harus berhadapan dengan Pak Jokowi itupun sama. Suasananya itu," ujarnya.

"Jadi bagi kami, bagi Gerindra kemaslahatan, kepentingan umum di atas segala-galanya," tambah Muzani.

Bagikan:
#berita hari ini#djawanews#POLITIK#PILPRES 2024#gerindra#PRABOWO SUBIANTO#ANIES BASWEDAN#JOKOWI

Berita Terkait

    Lakukan Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Bulog Penuh, Distributosi Perlu Kolaborasi
    Berita Hari Ini

    Lakukan Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Bulog Penuh, Distributosi Perlu Kolaborasi

    Djawanews.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI DIY, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. menegaskan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta memegang peran penting dalam menjaga stabilitas ....
    MS Hadi
    MS Hadi
  • Transisi Energi di Asia Didorong British International Investment dengan Pendanaan £1,1 Miliar
    Berita Hari Ini

    Transisi Energi di Asia Didorong British International Investment dengan Pendanaan £1,1 Miliar

    Saiful Ardianto 30 Apr 2026 19:29
  • Investasi Energi Hijau Meningkat, CATL Himpun Dana US$5 Miliar?
    Berita Hari Ini

    Investasi Energi Hijau Meningkat, CATL Himpun Dana US$5 Miliar?

    Saiful Ardianto 29 Apr 2026 14:54
  • PLTA saat EL NINO: Tantangan dan Dampaknya pada Pasokan Listrik Indonesia?
    Berita Hari Ini

    PLTA saat EL NINO: Tantangan dan Dampaknya pada Pasokan Listrik Indonesia?

    Djawanews.com - Fenomena El Nino kembali menjadi perhatian nasional karena potensi mengurangi ketersediaan air di bendungan dan sungai, berdampak langsung pada kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Air ( ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • PLTA Jelok dan Timo Jadi Perhatian PLN dalam Penguatan Wisata Air Candirejo, Kenapa?
    Berita Hari Ini

    PLTA Jelok dan Timo Jadi Perhatian PLN dalam Penguatan Wisata Air Candirejo, Kenapa?

    Saiful Ardianto 27 Apr 2026 20:21
  • Peringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana
    Berita Hari Ini

    Peringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana

    MS Hadi 25 Apr 2026 10:18

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up