Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Sebelum Dikirim ke Wilayah Rawan Konflik, Team Garuda Polri Dicek Cara Bawa Kendaraan oleh Utusan PBB

Sebelum Dikirim ke Wilayah Rawan Konflik, Team Garuda Polri Dicek Cara Bawa Kendaraan oleh Utusan PBB

Moksa Hutasoit
Moksa Hutasoit 20 Agustus 2021 at 06:20am

Djawanews.com - Formed Police Units (FPU) Garuda Bhayangkara Polri yang akan dikirim dalam misi pemeliharaan perdamaian dan ketertiban dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Afrika Tengah, dibekali dengan berbagai macam tehnik kemampuan.

FPU 3 MINUSCA (United Nation Mission Integrated Multidimensional Stabilization in Central African Republic) selain memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan Prancis dengan baik, juga dilatih dan dididik untuk memiliki kemampuan dalam hal komunikasi elektronik, mekanik, kedokteran, penanggulangan huru hara, memberi perlindungan pada yang lemah sampai dengan kemampuan mengemudi di wilayah rawan konflik serta kemampuan lainnya.

Ditegaskan Satgas Garbha FPU 3 Minusca yang dipimpin Kasatgas AKBP Raymond Marcellino Masengi, meski menjalani pelatihan dan pengujian di masa pandemi COVID-19 ini, seluruh Anggota FPU 3 MINUSCA terpilih melaksanakannya dengan sangat baik dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Mereka seluruhnya juga antusias dengan tetap menjaga fisik tetap prima dan terus mengasah kemampuannya sesuai dengan bidang dan kebutuhan dalam misi perdamaian ini.

"Persiapan kami adalah mempersiapkan segala sesuatu sesuai dengan tugas yang kita laksanakan disana (Afrika Tengah). Intensitas yang dihadapi sana lebih kompleks. Prinsipnya kami sudah siap. Semua perlengkapan, kemampuan perorangan sudah dimiliki. Kami juga lebih meningkatkan tugas-tugas khususnya menyesuaikan informasi yang kami dapat dari sana,” tegas Raymond Marcellino di Pusdiklat Lantas Polri, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis, 19 Agustus 2021.

"Sejak awal, pelatihan terus berjalan dengan sangat baik dan disiplin. Terutama disiplin dalam protokol kesehatan demi menjaga kesehatan bersama untuk misi perdamaian ini. Dan kemampuan mereka sudah sangat baik," sambungnya.

Usai berlatih selama 6 bulan lebih, FPU 3 melaksanakan ujian kepada 152 Pasukan Garuda Polri di Pusdiklat Lantas Serpong, Tangerang Selatan, Banten.FPU 3 Garuda Polri diuji dalam hal mengemudikan kendaraan kecil hingga besar oleh 2 Utusan PBB yakni Kolonel Dridi Aymen dari Tunisia dan Letnan Satu Top Penda dari Senegal.

Disampaikan Bripda Lestari sebagai Liaison Officer (LO) yang mendampingi 2 penguji utusan PBB di pusat pelatihan drive Garuda Polri, dalam arahan Dridi dan Penda, 29 dari 152 Tim Garuda Polri ini diuji dalam 4 bagian mengendarai kendaraan (Mobil) kecil dan besar. Ke-29 peserta wajib memiliki kompetensi dalam berkendara.

“Kemudi di sana (Afrika Tengah) ada di sebelah kiri. Berbeda dengan di sini (Indonesia) sebelah kanan. Jadi mereka (Garuda Polri) harus terbiasa mengendarai dengan baik. Tadi dikatakan tim penguji dari PBB (Dridi dan Penda), dibagi menjadi 4 bagian. Pertama ujian parkir dengan mampu membaca atau melihat pelat kendaran berjarak 20 meter. Ujian parkir parallel dengan baik, posisi harus di tengah dan pintu saat dibuka tak mengenai kendaraan lain di sampingnya. Tadi diberi waktu oleh penguji 5 menit,” jelas Lestari, Kamis (19/8/2021).

Untuk ujian kedua berkendara yakni menjalani mobil seperti lalu lintas dengan memperhatikan setiap rambu. Mulai dari lampu merah, berbelok, mengerem dan berhenti serta lainnya yang bersifat umum namun penting untuk diketahui.

Dan yang ketiga para peserta juga diminta untuk mengendarai kendaraan secara zig-zag baik dengan mobil kecil dan besar. Lalu yang ke empat peserta diwajibkan mampu mengendarai seluruh jenis kendaraan.

“Ujian ini (Mengemudi) sangat menentukan langkah selanjutnya untuk peserta,” ucapnya.

Seperti diketahui, misi perdamaian PBB yang akan ditempatkan di negara konflik, seluruh peserta nantinya akan melaksanakan patroli gabungan bersama dengan FPU setingkat peleton. Disana FPU 3 MINUSCA yang memiliki kemampuan mengemudi akan mengendarai kendaraan untuk membantu membawa logistik dan juga mengangkut kebutuhan warga serta membantu membawa warga yang perlu dievakuasi dalam penyelamatan. Dibutuhkan kecepatan dalam berkendara, termasuk juga mampu mengendarai kendaraan dengan lamban antara 10 kilometer per jamnya.

Peacekeeper Polri juga akan membantu para pengungsi dengan kendaraan yang tersedia. Dalam satu rangkaian patroli, taktikal menggunakan satu atau dua mobil Land Cruiser lapis baja, tiga atau empat mobil patroli double cabin, satu mobil ambulance, dan satu atau dua APC (Armoured Personnels Carrier). Jika semua itu dibutuhkan, maka FPU 3 Garuda Polri sudah siap dengan kemampuan yang ada.

Salah satu peserta, Brigadir Polisi (Brigpol) Sunardi yang selama ini bertugas di bidang mekanik Ditpolairud Polri mengatakan, dibutuhkan konsentrasi dan fokus saat mengendarai kendaraan yang ada. Selama menjalani ujian mengemudi tadi ia juga harus mampu mengontrol emosi dalam berkendara.

"Sudah pasti akan banyak tugas kemanusiaan disana yang membutuhkan kemampuan dalam berkendara. Karena itu, karena ini setir di kiri saya harus terbiasa. Agak tegang juga dengan tim penguji (PBB), karena memang sangat ketat dan harus tepat waktu dan tepat dalam memposisikan kendaraan. Emosi juga harus mampu kita kontrol,” urai Sunardi dalam keterangan tertulisnya.

Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional (Karomisinter Divhubinter) Polri Brigjen Pol. Krishna Murti, secara tegas mengatakan, Garuda Polri FPU 3 FPU 3 MINUSCA harus memiliki keterampilan dan kemampuan yang disesuaikan dengan kebutuhan di wilayah atau negara konflik. Misi perdamaian dan ketertiban dunia ini juga harus dilaksanakan dengan cara humanis, merangkul, peduli dan wajib membantu serta mempersatukan satu dengan lainnya.

“Seluruhnya (Team Garuda Polri) wajib memiliki skill (Kemampuan) yang memang dibutuhkan dalam misi perdamaian di Afrika Tengah ini. Karena itu dengan pendidikan dan pelatihan yang telah berjalan selama ini, mereka harus melaksanakan ujian untuk melanjutkan perjalanan dalam misi perdamaian,” tegas Krishna Murti dalam beberapa kesempatan.

Bagikan:

Berita Terkait

    Lakukan Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Bulog Penuh, Distributosi Perlu Kolaborasi
    Berita Hari Ini

    Lakukan Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Bulog Penuh, Distributosi Perlu Kolaborasi

    Djawanews.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI DIY, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. menegaskan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta memegang peran penting dalam menjaga stabilitas ....
    MS Hadi
    MS Hadi
  • Transisi Energi di Asia Didorong British International Investment dengan Pendanaan £1,1 Miliar
    Berita Hari Ini

    Transisi Energi di Asia Didorong British International Investment dengan Pendanaan £1,1 Miliar

    Saiful Ardianto 30 Apr 2026 19:29
  • Investasi Energi Hijau Meningkat, CATL Himpun Dana US$5 Miliar?
    Berita Hari Ini

    Investasi Energi Hijau Meningkat, CATL Himpun Dana US$5 Miliar?

    Saiful Ardianto 29 Apr 2026 14:54
  • PLTA saat EL NINO: Tantangan dan Dampaknya pada Pasokan Listrik Indonesia?
    Berita Hari Ini

    PLTA saat EL NINO: Tantangan dan Dampaknya pada Pasokan Listrik Indonesia?

    Djawanews.com - Fenomena El Nino kembali menjadi perhatian nasional karena potensi mengurangi ketersediaan air di bendungan dan sungai, berdampak langsung pada kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Air ( ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • PLTA Jelok dan Timo Jadi Perhatian PLN dalam Penguatan Wisata Air Candirejo, Kenapa?
    Berita Hari Ini

    PLTA Jelok dan Timo Jadi Perhatian PLN dalam Penguatan Wisata Air Candirejo, Kenapa?

    Saiful Ardianto 27 Apr 2026 20:21
  • Peringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana
    Berita Hari Ini

    Peringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana

    MS Hadi 25 Apr 2026 10:18

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up