Djawanews.com - Manado, Sulawesi Utara, kini menjadi sorotan nasional dengan rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan aglomerasi. Bagaimana pengelolaan sampah jadi energi listrik ini? Simak selengkapnya!
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menekankan pentingnya percepatan proyek ini sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) yang mayoritas masih dikelola dengan sistem open dumping.
Proyek PSEL akan mencakup total 35 aglomerasi di Indonesia, termasuk Tegal Raya dan Pekalongan Raya, serta Semarang Raya yang sebelumnya telah mendapatkan persetujuan pembangunan.
Dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) terbaru, dua lokasi di Jakarta kini menunggu proses lanjutan untuk memulai tahap awal pembangunan PSEL. Hal ini diharapkan dapat mengurangi tekanan pada TPA yang hampir penuh kapasitasnya, khususnya di Jawa Tengah.
Selain pembangunan fasilitas PSEL, Menteri Hanif mendorong pemerintah daerah untuk menggalakkan pemilahan sampah dari rumah tangga. Strategi ini menargetkan pengurangan sampah hingga 40-50 persen sebelum mencapai TPA.
Sampah Jadi Energi Listrik di Manado: Strategi Efektif Energi Terbarukan dan Pengelolaan Sampah
Sampah organik akan diproses di tingkat awal, sementara residu dan sampah anorganik akan ditangani melalui PSEL. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga meningkatkan efisiensi energi yang dihasilkan dari sampah.
Di sisi investasi, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) telah membentuk PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) pada 1 April 2026. Denera bertanggung jawab mengelola proyek Waste to Energy (WtE) atau PSEL, menandai komitmen sektor swasta dalam mendukung transisi energi bersih.
Penerapan konsep sampah jadi energi listrik di Manado dan wilayah lain menunjukkan sinergi antara pemerintah dan investor dalam menciptakan solusi berkelanjutan.
Dengan integrasi teknologi, pengelolaan sampah, dan pemanfaatan energi terbarukan, Indonesia dapat memperkuat langkah menuju target lingkungan yang lebih bersih sekaligus menyediakan sumber energi alternatif.
Pemanfaatan sampah jadi energi listrik melalui PSEL di aglomerasi Manado dan Jawa Tengah merupakan langkah strategis mengurangi TPA, mendorong pemilahan sampah rumah tangga, dan menghasilkan energi bersih. Kolaborasi pemerintah dan investor menjadi kunci keberhasilan implementasi proyek berkelanjutan ini.
Demikian informasi seputar sampah jadi energi listrik. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.