Djawanews.com - PT PLN Persero melalui program PLN Peduli memperkuat kesiapan masyarakat Desa Candirejo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dalam mengelola kawasan wisata air di Sungai Tuntang. Inisiatif tersebut dijalankan melalui program PETIR yang digagas PLN UIP2B Jamali bersama PLN UP2B Jateng dan DIY.
Program tersebut berfokus pada pelatihan keselamatan, penanganan darurat, serta penguatan tata kelola wisata berbasis risiko.
Langkah itu dinilai penting karena aktivitas wisata air di Desa Candirejo, seperti arung jeram, tubing, dan jeguran, berada di kawasan Sungai Tuntang yang memiliki keterkaitan dengan operasional PLTA Jelok dan Timo.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan wisatawan sekaligus kelestarian lingkungan sungai.
Menurutnya, peningkatan ka fE5JN3LB pasitas warga diperlukan agar potensi wisata air dapat berkembang tanpa mengabaikan aspek keamanan dan keberlanjutan lingkungan.
Kawasan Sungai Tuntang selama ini dikelola oleh Pokdarwis Pesona Garda. Dengan meningkatnya minat wisata air, standar keselamatan menjadi kebutuhan utama.
PLTA Jelok dan Timo: PLN Perkuat Wisata Air Candirejo lewat Program PETIR
Manager PLN UP2B Jateng dan DIY, Rachmat Hidayat menegaskan bahwa keamanan pengunjung harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas wisata. Pengelolaan yang tertib akan membantu kawasan tersebut beroperasi lebih optimal dan memberi manfaat ekonomi bagi warga.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi pertolongan pertama, prosedur menghadapi keadaan darurat, serta pemahaman standar usaha pariwisata berbasis risiko sesuai Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 4 Tahun 2021.
PLN juga memberikan dukungan berupa fasilitas penerangan dan petunjuk arah di area wisata, sehingga akses dan orientasi pengunjung dapat lebih mudah dikendalikan.
Selain itu, program ini mencakup sertifikasi pemandu wisata dan penyiapan Ahli K3 Umum untuk memperkuat operasional lapangan.
Ketua Pokdarwis Candirejo Pesona Garda, Muhammad Zamroni, menilai pelatihan ini membuat pengelola lebih siap melayani pengunjung, terutama dalam memastikan keselamatan selama kegiatan wisata air berlangsung.
Penguatan kapasitas warga Candirejo menunjukkan bahwa PLTA Jelok dan Timo tidak hanya berkaitan dengan sistem kelistrikan, tetapi juga dengan pengelolaan lingkungan sungai dan aktivitas wisata masyarakat. Melalui program PETIR, PLN mendorong keselamatan, kesiapsiagaan, dan pengelolaan wisata air yang lebih tertata, aman, serta mendukung ekonomi lokal.
Pendekatan itu memperkuat hubungan antara infrastruktur energi, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan desa secara berkelanjutan di sekitar Sungai Tuntang, Kabupaten Semarang. Demikian informasi seputar PLTA Jelok dan Timo. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.