Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Kebijakan Penghapusan Tenaga Honorer Perlu Dievaluasi Kembali?

Kebijakan Penghapusan Tenaga Honorer Perlu Dievaluasi Kembali?

Usman Mahendra
Usman Mahendra 08 Februari 2022 at 12:48pm

Dilansir dari blog.netray.id: Kebijakan penghapusan tenaga honorer mendapat reaksi dari para pemimpin daerah. Elit-elit daerah menilai keputusan pemerintah pusat terkait penghapusan tenaga honorer perlu ditinjau kembali. Sebab di daerah, peran tenaga honorer sangat diperlukan dalam membantu pelayanan masyarakat. 

Selain mendapatkan reaksi dari pemimpin daerah, kebijakan penghapusan tenaga honorer yang pertama kali sampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo juga memicu polemik di masyarat. Wacana kebijakan itu mulai mencuat di media pada 19 Januari 2022.

Apabila dilihat dari gambaran isu media daring, berdasarkan analisis Netray selama periode pemantauanselama periode 16-29 Januari 2022, ada sejumlah isu yang mencuat. Isu yang muncul dan menjadi perhatian di antaranya soal ‘diangkat menjadi cpns’ dan ‘p3k’. Detail hasil analisis Netray dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Persebaran isu media daring soal penghapusan tenaga honorer

Sementara itu jika dilihat lebih detail lagi, berdasarkan hasil pantauanNetray adasebanyak 49 artikel dari 26 portal media yang memberitakan terkait kebijakan penghapusan tenaga honorer. Mayoritas pemberitaan berkategori pemerintah dan pendidikan dengan persentase sebesar 83% dan 12%. 

Gambar 2. Total news, media, dan kategori pemberitaan

Netray memantau selama dua pekan dengan periode 16-29 Januari 2022. Media memberitakan terkait kebijakan penghapusan tenaga honorer sebanyak 49 artikel dari 26 portal media. Mayoritas pemberitaan berkategori pemerintah dan pendidikan dengan persentase sebesar 83% dan 12%. 

Pemberitaan yang berkaitan dengan kategori pemerintah ini banyak berasal dari suara kepala pemerintah daerah. Para bupati, atau kepala pemerintah yang berada di daerah meminta pemerintah pusat untuk mengevaluasi kembali kebijakan tersebut. Sebab faktanya di daerah masih membutuhkan tenaga honorer. 

Gambar 3. Sampel berita

Mengutip dari Tribun Batam, Bupati Kabupaten Lingga, Neko menyatakan bahwa Kabupaten Lingga masih sangat memerlukan tenaga honorer untuk memaksimalkan pelayanan kepada Masyarakat. Menurut Neko, kinerja Pemerintah Kabupaten Lingga sangat maksimal juga berkat dukungan dari tenaga honorer. 

Pada aturan tersebut pemerintah juga menyebutkan akan mengangkat tenaga honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan prioritas tenaga guru, tenaga kesehatan, tenaga penyuluh, pertanian, atau peternakan, dan tenaga teknis. 

Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 48 tahun 2005, tenaga honorer yang akan diangkat adalah mereka yang memenuhi kriteria usia dan masa kerja sebagai berikut. Pertama tenaga honorer yang berusia maksimal 46 tahun dan mempunyai masa kerja 20 tahun. Kemudian tenaga honorer yang berusia maksimal 46 tahun dan mempunyai masa kerja 10-20 tahun. Dan yang terakhir tenaga honorer dengan usia maksimal 35 tahun dengan masa kerja 1-5 tahun secara terus menerus.

Namun demikian pengangkatan tenaga honorer akan diprioritaskan dengan usia paling tinggi atau masa pengabdian paling lama. 

Top Portal yang Mengawal Pemberitaan 

Gambar 4. Top portal media seputar penghapusan honorer

Isu tentang penghapusan tenaga honorer ini banyak diulas oleh media portal nasional seperti Jawa Pos National Network. Selain itu apabila dilihat dari jajaran top portal pada gambar 4, selain portal media nasional terdapat pula portal media daerah. Sebut saja Tribun Sumsel, Bangka Pos, Tribun Jambi, dan Tribun Kalimantan.

Banyaknya media daerah yang memberitakan isu ini turut membuktikan bahwa kebijakan penghapusan tenaga honorer ini banyak menarik perhatian elit-elit daerah. Pemimpin daerah di luar pemerintah pusat banyak yang bereaksi untuk mengevaluasi kembali kebijakan tersebut. 

Kata Warganet Tentang Kebijakan Penghapusan Tenaga Honorer 

Suara warganet juga menggema seiring pernyataan yang dikeluarkan oleh Menteri Tjahjo. Dalam media sosial Twitter, isu yang mendominasi ialah opini para kepala daerah. Sama halnya dengan media daring, perbincangan warganet diramaikan oleh argumen bupati pesawaran. 

Gambar 5. Top word Twitter

Dari analisa gambaran top word, kata tenagahonorer, bupati, dan pesawaran berukuran paling dominan dari kata lainnya.

Selama memantau di media sosial, mayoritas keramaian warganet berkaitan dengan impresi bupati pesawaran terkait kebijakan tersebut. Argumen tersebut memicu interaksi warganet sehingga menduduki tren perbincangan selama periode pemantauan. 

Gambar 6. Statistik perbincangan Twitter

Hasil pemantauan di media sosial Twitter selama periode 16-29 Januari 2022, perbincangan seputar topik sebanyak 224 twit. Impresi yang dicapai oleh topik penghapusan tenaga honorer sebesar 14,8 ribu kali. Artinya pembahasan perkembangan terkait topik cukup menarik interaksi warganet. 

Seperti diketahui dari sedikit ulasan di atas, perbincangan yang paling banyak diulas oleh warganet ialah terkait bupati pesawaran. Bupati Pesawaran Nanda Indra Dendi berpendapat atas kebijakan penghapusan tenaga honorer yang dikeluarkan pemerintah. 

Gambar 7. Sampel twit

Menurut Bupati Dendi, pemerintah perlu menimbang kebijakan tersebut dari sisi kemanusiaan dan kebutuhan daerah. Sebab itu beberapa pemerintah daerah masih membutuhkan tenaga honorer untuk perkembangan kemajuan pemerintahan daerah itu sendiri. 

Selain menimpali twit argumen Dendi, warganet juga mengungkapkan opini bernada negatif. Tidak sedikit warganet yang merasa kebijakan pemerintah dianggap kurang tepat. 

Gambar 8. Sampel twit bersentimen negatif

Seperti salah satu argumen yang ditwitkan oleh akun @Zombie_9Q. Menurut pendapatnya penghentian tenaga honorer dinilai kurang tepat karena nantinya akan menambah angka pengangguran di Indonesia. Kemudian akun tersebut juga menanyakan janji Presiden Jokowi terkait untuk membuka lapangan pekerjaan jika permasalahan tentang tenaga honorer saja tidak dapat terselesaikan. 

Demikian ulasan Netray, simak analisis isu terkini lainnya dalam blog.netray.id.

Editor: Irwan Syambudi

Bagikan:
#kebijakan pemberhentian tenaga honorer#penghapusan tenaga honorer#tenaga honor

Berita Terkait

    Lakukan Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Bulog Penuh, Distributosi Perlu Kolaborasi
    Berita Hari Ini

    Lakukan Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Bulog Penuh, Distributosi Perlu Kolaborasi

    Djawanews.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI DIY, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. menegaskan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta memegang peran penting dalam menjaga stabilitas ....
    MS Hadi
    MS Hadi
  • Transisi Energi di Asia Didorong British International Investment dengan Pendanaan £1,1 Miliar
    Berita Hari Ini

    Transisi Energi di Asia Didorong British International Investment dengan Pendanaan £1,1 Miliar

    Saiful Ardianto 30 Apr 2026 19:29
  • Investasi Energi Hijau Meningkat, CATL Himpun Dana US$5 Miliar?
    Berita Hari Ini

    Investasi Energi Hijau Meningkat, CATL Himpun Dana US$5 Miliar?

    Saiful Ardianto 29 Apr 2026 14:54
  • PLTA saat EL NINO: Tantangan dan Dampaknya pada Pasokan Listrik Indonesia?
    Berita Hari Ini

    PLTA saat EL NINO: Tantangan dan Dampaknya pada Pasokan Listrik Indonesia?

    Djawanews.com - Fenomena El Nino kembali menjadi perhatian nasional karena potensi mengurangi ketersediaan air di bendungan dan sungai, berdampak langsung pada kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Air ( ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • PLTA Jelok dan Timo Jadi Perhatian PLN dalam Penguatan Wisata Air Candirejo, Kenapa?
    Berita Hari Ini

    PLTA Jelok dan Timo Jadi Perhatian PLN dalam Penguatan Wisata Air Candirejo, Kenapa?

    Saiful Ardianto 27 Apr 2026 20:21
  • Peringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana
    Berita Hari Ini

    Peringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana

    MS Hadi 25 Apr 2026 10:18

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up