Djawanews.com - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menargetkan eksekusi investasi Inalum untuk proyek Smelter Aluminium 2 Mempawah senilai US$2,42 miliar atau setara Rp40,6 triliun dapat dimulai tahun ini.
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita menekankan bahwa kepastian pasokan energi listrik sebesar 1,2 gigawatt dan penyelesaian lahan menjadi syarat mutlak keberhasilan proyek strategis nasional ini.
Proyek Smelter 2 Mempawah merupakan bagian dari transformasi kapasitas produksi aluminium Inalum, dengan target meningkatkan produksi dari 275.000 ton menjadi 900.000 ton per tahun.
Saat ini, perusahaan tengah menyelesaikan dokumen Bankable Feasibility Study (BFS) dan Front-End Engineering Design (FEED) yang diharapkan rampung pada kuartal II/2026. Smelter tersebut akan menggunakan teknologi asal Tiongkok dan dirancang untuk kapasitas produksi 600.000 ton per tahun.
Dalam aspek energi, Inalum berencana membangun pembangkit listrik mandiri (Independent Power Producer/IPP) dengan kapasitas terpasang ±1,2 GW.
Perusahaan tengah meninjau skema kerja sama Power Solution bersama PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dan MIND ID untuk menjamin pasokan listrik yang stabil, mengingat industri aluminium sangat bergantung pada energi yang konsisten.
Investasi Inalum Rp40,6 T: Smelter Aluminium 2 Mempawah dan Transformasi Industri Aluminium
Kendala utama proyek tetap terkait lahan. Dari total kebutuhan 110 hektare untuk area smelter, baru 48 hektare yang berhasil dibebaskan. Infrastruktur pembangkit listrik tambahan memerlukan lahan seluas 100 hektare. Penyelesaian lahan ini menjadi faktor kritis untuk kelancaran pembangunan dan operasi proyek.
Dari sisi finansial, investasi Inalum menggunakan skema 60% utang dan 40% ekuitas, dengan estimasi internal rate of return (IRR) sebesar 13,19%. Proyek ini diperkirakan menyerap 1.370 tenaga kerja dan menargetkan commercial operation date (COD) pada kuartal III/2029.
Melati menekankan pentingnya dukungan regulasi dan fasilitas listrik kompetitif agar percepatan hilirisasi industri aluminium dapat berjalan sesuai target nasional.
Proyek Smelter Aluminium 2 Mempawah menegaskan komitmen Inalum untuk membangun industri aluminium mandiri, meningkatkan nilai tambah nasional, dan memperkuat daya saing global Indonesia di sektor logam non-ferrous.
Investasi Inalum pada Smelter 2 Mempawah merupakan langkah strategis memperluas kapasitas produksi aluminium nasional. Keberhasilan proyek tergantung pada kepastian energi, penyelesaian lahan, serta dukungan regulasi yang memadai untuk mempercepat hilirisasi dan nilai tambah industri.
Demikian informasi seputar perkembangan investasi Inalum di Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.