Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Berita Seputar Jogja: Pemkab Sleman Datangkan 2 Alat PCR dari Amerika Senilai 2,8 Miliar
Alat PCR (Kompas)

Berita Seputar Jogja: Pemkab Sleman Datangkan 2 Alat PCR dari Amerika Senilai 2,8 Miliar

Saiful Ardianto
Saiful Ardianto 04 September 2020 at 03:37pm

Djawanews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta baru d saja mendatangkan dua alat Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Amerika Serikat.

Saat ini, kedua alat tersebut diletakkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengatakan, alat PCR tersebut akan dimanfaatkan untuk mempercepat penulusaran kontak terkait Covid-19 di wilayahnya.

Pasalnya, dalam sehari, masing-masing alat bisa mendeteksi sebanyak 60 spesimen dan hasilnya mampu keluar dalam tempo 24 jam.

Meski begitu, alat tersebut belum bisa dipakai karena reagennya belum tersedia. Selain itu, Dinkes Sleman juga masih menunggu izin operasional dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Kalau reagen minggu ini sudah datang, tapi izin dari Kemenkes masih menunggu visitasi dari Dinkes DIY. Jadi masih berproses,” kata Joko kepada Inews. Kamis (3/9/2020).

Dia memaparkan, pemilihan lokasi penempatan alat PCR di RSUD Sleman dikarenakan perlu supervise dari ahli patologi klinik.

Di rumah sakit milik Pemkab Sleman tersebut saat ini memiliki dua ahli patologi klinik.

Baca Juga:
  • Lebih dari 500 Kasus Perhari Sri Sultan Putuskan Yogyakarta Lockdown
  • Pemerintah Yogyakarta Membuka Tangan untuk Pihak Swasta Kelola Parkir
  • Pembangunan Destinasi Wisata di Selopamioro Bantul Wujudkan Mimpi Bersama

Sementara untuk pengadaan dua alat PCR ini, Pemkab Sleman mengambil dana tak terduga dari APBD 2020 sebesar Rp 2,8 miliar. 

“Satu alat itu harganya Rp 575 juta. Harga reagennya saya kurang ingat. Namun totalnya Rp 2,8 miliar sampai Desember,” terang Joko.

Dia menuturkan, alat tersebut sudah sesuai dengan standar Kemenkes dan sudah banyak digunakan di beberapa wilayah di Indonesia. Jika sudah bisa digunakan nanti, dia berencana memanfaatkan alat PCR untuk menskrining tenaga medis di RSUD Sleman.

Bagikan:
#Pemkab Sleman#Alat PCR#COVID-19#BERITA SEPUTAR JOGJA#berita hari ini#BERITA JOGJA#Kasus Corona

Berita Terkait

    Lakukan Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Bulog Penuh, Distributosi Perlu Kolaborasi
    Berita Hari Ini

    Lakukan Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Bulog Penuh, Distributosi Perlu Kolaborasi

    Djawanews.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI DIY, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. menegaskan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta memegang peran penting dalam menjaga stabilitas ....
    MS Hadi
    MS Hadi
  • Transisi Energi di Asia Didorong British International Investment dengan Pendanaan £1,1 Miliar
    Berita Hari Ini

    Transisi Energi di Asia Didorong British International Investment dengan Pendanaan £1,1 Miliar

    Saiful Ardianto 30 Apr 2026 19:29
  • Investasi Energi Hijau Meningkat, CATL Himpun Dana US$5 Miliar?
    Berita Hari Ini

    Investasi Energi Hijau Meningkat, CATL Himpun Dana US$5 Miliar?

    Saiful Ardianto 29 Apr 2026 14:54
  • PLTA saat EL NINO: Tantangan dan Dampaknya pada Pasokan Listrik Indonesia?
    Berita Hari Ini

    PLTA saat EL NINO: Tantangan dan Dampaknya pada Pasokan Listrik Indonesia?

    Djawanews.com - Fenomena El Nino kembali menjadi perhatian nasional karena potensi mengurangi ketersediaan air di bendungan dan sungai, berdampak langsung pada kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Air ( ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • PLTA Jelok dan Timo Jadi Perhatian PLN dalam Penguatan Wisata Air Candirejo, Kenapa?
    Berita Hari Ini

    PLTA Jelok dan Timo Jadi Perhatian PLN dalam Penguatan Wisata Air Candirejo, Kenapa?

    Saiful Ardianto 27 Apr 2026 20:21
  • Peringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana
    Berita Hari Ini

    Peringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana

    MS Hadi 25 Apr 2026 10:18

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up