Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Berita Jogja: Pandemi Berdampak pada Kualitas Udara di Yogyakarta Membaik

Berita Jogja: Pandemi Berdampak pada Kualitas Udara di Yogyakarta Membaik

Saiful Ardianto
Saiful Ardianto 06 Agustus 2020 at 11:59am

Djawanews.com – Pandemi Covid-19 dilaporkan tak hanya berdampak pada ekonomi saja, namun berdampak pula pada lingkungan. Salah satu dampak baiknya terhadap lingkungan adalah membaiknya kualitas udara di Yogyakarta selama pandemi.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mengatakan bahwa kualitas udara selama pandemi Covid-19 ada di bawah ambang batas atau dalam kondisi baik. Hal tersebut dipicu karena adanya pengurangan aktivitas masyarakat selama beberapa bulan terakhir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Suyana menjelaskan bahwa aktivitas masyarakat dalam penggunaan kendaraan bermotor di jalan umum tidak terlalu padat. Hal tersebut jadi salah satu pemicu baiknya kualitas udara.

“Di Jogja juga tidak ada kemacetan. Semua lancar. Artinya, traffic juga tidak padat dan berimbas kepada meningkatnya kualitas udara yang membaik,” jelas Suyana, Rabu (5/8/2020).

Kualitas Udara di Yogyakarta Tercatat Terus Membaik

Kualitas Udara di Yogyakarta,

Pembatasan aktivitas membuat kualitas udara di Yogyakarta membaik (brilio)

Dari pemantauan kualitas udara di sejumlah titik, diketahui bahwa kualitas udara di wilayah Kota Pelajar itu berwarna hijau.

“Kami mengambil sampel di banyak tempat, misalnya di tempat yang traffic-nya tinggi seperti di tugu, Malioboro, titik nol, Senopati. Kalau kepadatan rendah seperti di perumahan, perkantoran. Bahkan, tempat yang menjadi wilayah industri juga kami ambil. Kemudian kami rata-ratakan,” terangnya lagi.

DLH Kota Jogja memang berpatokan dengan warna untuk menunjukkan kadar kualitas udara. Jika berada di warna hijau berarti baik, di warna kuning artinya sedang, dan warna warna jingga artinya tak sehat, dan terakhir adalah warna merah yang berarti sangat tidak sehat.

“Sejak aktivitas masyarakat dikurangi Maret lalu itu semua warnanya hijau. Masyarakat kan diimbau untuk tidak keluar rumah. Kemudian, tempat wisata juga tidak ada pengunjungnya. Traffic juga rendah. Kualitas udara juga menjadi bagus,” tambah Suyana.


Baca Juga:
  • Berita Jogja: Rahasia Sri Sultan HB X dan Paku Alam IX Dibongkar Mahfud MD
  • Berita Terbaru di Jogja: Destinasi Wisata Candi di Sleman Baru 2 yang Boleh Buka
  • Berita Terbaru di Jogja: Status Tanggap Darurat Covid-19 DIY Diperpanjang, Sampai Kapan?

Ia juga berpendapat bahwa yang ikut andil dalam kualitas udara di Jogja justru masyarakat dari luar kota. Bahkan andilnya cukup besar.

“Saya kira yang paling memberikan andil terhadap kualitas udara di wilayah kota Jogja adalah masyarakat yang berasal dari wilayah luar kota Jogja. Itu yang memberikan andil paling besar terhadap kualitas udara. Karena nanti kan pasti akan crowded. Sekarang masih hijau dan dibawah ambang batas semua,” kata Suyana.

Dari data DLH Kota Jogja, konsentrasi karbon monoksida (CO) di bulan Maret mencapai 4.169 mikogram per meter kubik. Sedangka di bulan April mengalami penurunan, yakni 3.820 mikogram per meter kubik. Di bulan Mei kembali turun menjadi berkurang sebesar 42 persen dibanding Maret lalu. Dengan demikian, kualitas udara di Yogyakarta menunjukkan perbaikan sejak bulan Maret 2020.

Bagikan:
#BERITA JOGJA#DINAS LINGKUNGAN HIDUP#Kualitas udara#KUALITAS UDARA DI YOGYAKARTA#PANDEMI COVID-19#Yogyakarta

Berita Terkait

    Krisis Geopolitik Global Percepat Agenda Transisi Energi Terbarukan Indonesia, Ini Alasannya!
    Berita Hari Ini

    Krisis Geopolitik Global Percepat Agenda Transisi Energi Terbarukan Indonesia, Ini Alasannya!

    Djawanews.com - Krisis geopolitik yang terjadi di Iran kembali menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk mempercepat transisi energi terbarukan. Ketegangan global yang memengaruhi stabilitas pasokan energi ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • PLTA Danau Kerinci Jadi Lokasi Restocking Ikan: Ini Kata Gubernur Al Haris?
    Berita Hari Ini

    PLTA Danau Kerinci Jadi Lokasi Restocking Ikan: Ini Kata Gubernur Al Haris?

    Saiful Ardianto 16 Mar 2026 12:03
  • Arkora Hydro (ARKO) Jaga Tren Positif Lewat Proyek Energi Bersih, Optimistis Kinerja Keuangan Meningkat pada 2026?
    Berita Hari Ini

    Arkora Hydro (ARKO) Jaga Tren Positif Lewat Proyek Energi Bersih, Optimistis Kinerja Keuangan Meningkat pada 2026?

    Saiful Ardianto 13 Mar 2026 15:22
  • Energi Nabati Sawit Jadi Opsi Indonesia di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia?
    Berita Hari Ini

    Energi Nabati Sawit Jadi Opsi Indonesia di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia?

    Djawanews.com - Lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah mulai memicu kewaspadaan banyak negara Asia. Sejumlah pemerintah menempuh langkah cepat, mulai dari pembatasan ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Batu bara Indonesia di Tengah Krisis Energi Global dan Ancaman Pasokan Domestik: Gini Penjelasannya!
    Berita Hari Ini

    Batu bara Indonesia di Tengah Krisis Energi Global dan Ancaman Pasokan Domestik: Gini Penjelasannya!

    Saiful Ardianto 11 Mar 2026 16:12
  • PLTA Batangtoru Tunjukkan Pentingnya Ekosistem bagi Energi Terbarukan, Ini Buktinya!
    Berita Hari Ini

    PLTA Batangtoru Tunjukkan Pentingnya Ekosistem bagi Energi Terbarukan, Ini Buktinya!

    Saiful Ardianto 10 Mar 2026 17:06

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Populer

Arkora Hydro (ARKO) Jaga Tren Positif Lewat Proyek Energi Bersih, Optimistis Kinerja Keuangan Meningkat pada 2026?
Berita Hari Ini

1

Arkora Hydro (ARKO) Jaga Tren Positif Lewat Proyek Energi Bersih, Optimistis Kinerja Keuangan Meningkat pada 2026?

PLTA Danau Kerinci Jadi Lokasi Restocking Ikan: Ini Kata Gubernur Al Haris?
Berita Hari Ini

2

PLTA Danau Kerinci Jadi Lokasi Restocking Ikan: Ini Kata Gubernur Al Haris?

Krisis Geopolitik Global Percepat Agenda Transisi Energi Terbarukan Indonesia, Ini Alasannya!
Berita Hari Ini

3

Krisis Geopolitik Global Percepat Agenda Transisi Energi Terbarukan Indonesia, Ini Alasannya!

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up