Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Terkait Pemindahan Ibu Kota, Masyarakat Adat: Jangan ke Tanah Bumbu

Terkait Pemindahan Ibu Kota, Masyarakat Adat: Jangan ke Tanah Bumbu

Usman Mahendra
Usman Mahendra 16 Juli 2019 at 08:47am

Masyarakat Adat menolak pemindahan ibu kota RI ke Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Salah satu program Presiden Jokowi dalam masa jabatan 2019-2024 adalah memindahkan ibu kota negara RI. Ibu kota yang semula berada di DKI Jakarta, akan dipindah ke salah satu kota di Indonesia. Meskipun sampai saat ini belum ada kepastian terkait lokasi pemindahan ibu kota, namun Kalimatan menjadi salah satu kandidat kuat tujuan perpindahan.

Masyarakat adat tolak pemindahan ibu kota ke Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan

Dilansir dari Tempo.co, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, menolak pemindahan ibu kota. Taufik Hadriani selaku Ketua AMAN juga mengatakan bahwa pemindahan ibu kota negara diyakini akan mencerabut kehidupan sosial masyarakat adat di Tanah Bumbu (15/07).

Penolakan Masyarakat Adat tersebut datang setelah terdengar kabar Kabupaten Tanah Bambu dan Kotabaru disebut jadi kota tujuan pemindahan ibu kota. Taufik berpendapat bahwa rencana pemindahan ibu kota RI bisa jadi semacam bom waktu, terutama bagi kehidupan masyarakat adat.

“Budaya Dayak akan hilang seiring masuknya pembangunan ibu kota negara di Tanah Bumbu. Proyek ibu kota pasti menggusur masyarakat adat,” ujar Taufik.

Bahkan saat ini, kata Taufik, warga adat sudah tergusur tambang dan perkebunan. Alih-alih menjadi penghidupan lebih baik, Taufik justru meyakini bahwa pemindahan ibu kota nanti akan mecerabut akar budaya sembilan komunitas adat di Tanah Bumbu. Beberapa komuntas tersebut seperti Alut, Tamone, Dadap, Hatone, Sembilan Satu, Merikut, dan Aliuh.

Pengurus Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Setkab.go.id)

Konflik masyarakat adat dengan perusahaan kebun sawit dan tambang batu bara memang sudah sering terjadi sebelumnya. Taufik juga mengakui bahwa Tanah Bumbu  akan maju setelah jadi ibu kota. Namun ia khawatir jika nanti warga adat justru tidak mampu bersaing dengan pendatang.

“Biarkan kami hidup tenang di hutan. Kami sudah hidup turun temurun, jangan diganggu,” ujar Taufik.

Taufik mengatakan, daripada pemerintah sibuk berwacana memindah ibu kota, lebih baik pemerintah daerah dan pusat segera mengakui keberadaan warga adat di Tanah Bumbu. Pernyataan tersebut didasarkan pada gagalnya Pemkab Tanbu dan DPRD Tanbu dalam merealisasikan peraturan daerah pengakuan masyarakat adat dan tanah adat. Padahal, usulan pengakuan keberadaan masyarakat adat sudah digaungkan sejak 2013.

“Pengakuan hukum adat dan tanah adat itu yang kami harapkan. Itu sangat penting, karena hutan adat dan tanah adat sudah turun temurun,” ujar ketua AMAN.

Sementara itu, Bappenas telah beberapa kali melakukan kajian terkait pemindahan ibu kota. Belum jelas bagaimana pemerintah akan mengantisipasi kekhawatiran yang dirasakan masyarakat adat. Namun masyarakat berharap pemerintah memiliki solusi atas permasalahan masyarakat adat yang terkena dampak perpindahan ibu kota.

Bagikan:
#berita hari ini#Ibu Kota Indonesia#IBU KOTA PINDAH#Kalimantan Selatan#PEMINDAHAN IBU KOTA#program Jokowi

Berita Terkait

    Kontras dengan Isu Karhutla, DPD RI: Permintaan Alih Fungsi Lahan Mengancam Darurat Hutan di Yogyakarta
    Berita Hari Ini

    Kontras dengan Isu Karhutla, DPD RI: Permintaan Alih Fungsi Lahan Mengancam Darurat Hutan di Yogyakarta

    Djawanews - Kawasan hutan dan ekosistem lingkungan hidup memegang peranan krusial dalam menjaga keseimbangan ekologis, mitigasi perubahan iklim, serta menjamin keberlanjutan sumber daya alam bagi kesejahteraan masyarakat. ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Dukung Kebijakan
    Berita Hari Ini

    Dukung Kebijakan "Siswa Tak Otomatis Naik Kelas", Senator Gus Hilmy: Momentum Perbaikan Ekosistem Pembelajaran

    Saiful Ardianto 18 Oct 2026 14:17
  • Pengembangan Investasi IKN Capai Rp3,74 Triliun, Fokus Rusun ASN dan Kawasan Komersial
    Berita Hari Ini

    Pengembangan Investasi IKN Capai Rp3,74 Triliun, Fokus Rusun ASN dan Kawasan Komersial

    Saiful Ardianto 15 Oct 2026 19:39
  • Investasi Geotermal Gunung Ungaran Capai Rp4–5 Triliun, Daerah Berpeluang Terima Bagi Hasil?
    Berita Hari Ini

    Investasi Geotermal Gunung Ungaran Capai Rp4–5 Triliun, Daerah Berpeluang Terima Bagi Hasil?

    Djawanews.com - Investasi Geotermal Gunung Ungaran di Jawa Tengah diperkirakan mencapai 300 juta dolar AS atau sekitar Rp4–5 triliun. Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Prambanan Investasi Lepas Saham DOOH Rp179,85 Miliar, Investor Kuasai 10,07%
    Berita Hari Ini

    Prambanan Investasi Lepas Saham DOOH Rp179,85 Miliar, Investor Kuasai 10,07%

    Saiful Ardianto 12 Oct 2026 19:13
  • Investasi NVIDIA di d-Matrix: Gandeng Pesaing untuk Perluas Ekosistem AI
    Berita Hari Ini

    Investasi NVIDIA di d-Matrix: Gandeng Pesaing untuk Perluas Ekosistem AI

    Saiful Ardianto 10 Oct 2026 19:46

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Populer

Pengembangan Investasi IKN Capai Rp3,74 Triliun, Fokus Rusun ASN dan Kawasan Komersial
Berita Hari Ini

1

Pengembangan Investasi IKN Capai Rp3,74 Triliun, Fokus Rusun ASN dan Kawasan Komersial

Dukung Kebijakan
Berita Hari Ini

2

Dukung Kebijakan "Siswa Tak Otomatis Naik Kelas", Senator Gus Hilmy: Momentum Perbaikan Ekosistem Pembelajaran

Kontras dengan Isu Karhutla, DPD RI: Permintaan Alih Fungsi Lahan Mengancam Darurat Hutan di Yogyakarta
Berita Hari Ini

3

Kontras dengan Isu Karhutla, DPD RI: Permintaan Alih Fungsi Lahan Mengancam Darurat Hutan di Yogyakarta

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up