Djawanews.com - PT Vale Indonesia Tbk menegaskan arah strategis pengembangan industri nikel nasional dengan memprioritaskan teknologi High Pressure Acid Leach. Fokus utama perusahaan saat ini adalah Pembangunan pabrik HPAL yang dinilai lebih efisien energi dan selaras dengan transisi industri hijau.
Teknologi HPAL menggunakan pendekatan hidrometalurgi berbasis reaksi kimia dengan asam sulfat. Metode ini berbeda dengan Rotary Kiln Electric Furnace yang mengandalkan proses peleburan dan membutuhkan energi listrik serta batubara dalam jumlah besar.
Dari sisi operasional, HPAL dinilai lebih hemat energi dan lebih adaptif terhadap kebutuhan industri baterai kendaraan listrik.
Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto menyampaikan bahwa seluruh proyek pengolahan nikel yang saat ini dibangun perusahaan menggunakan teknologi HPAL. Menurutnya, pendekatan berbasis kimia membuat konsumsi energi jauh lebih terkendali dibandingkan teknologi pemurnian konvensional.
Salah satu proyek utama Vale adalah pabrik HPAL di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 120 ribu metrik ton nikel per tahun dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate.
Produk itu menjadi bahan baku penting bagi industri baterai kendaraan listrik global. Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Pabrik HPAL Vale dan Dukungan Energi Terbarukan
Kebutuhan listrik pabrik HPAL Pomalaa akan ditopang sepenuhnya oleh pembangkit listrik tenaga air yang telah dimiliki perusahaan. Vale mengandalkan tiga PLTA utama, yakni PLTA Larona berkapasitas 165 megawatt, PLTA Balambano sebesar 110 megawatt, dan PLTA Karebbe dengan daya 90 megawatt.
Pemanfaatan energi terbarukan ini memperkuat komitmen Vale dalam menekan emisi karbon di tengah meningkatnya permintaan nikel global. Langkah tersebut juga mempertegas posisi perusahaan sebagai pelaku industri pertambangan yang mengedepankan keberlanjutan.
Dengan kombinasi teknologi efisien dan sumber energi bersih, pabrik HPAL Vale diproyeksikan menjadi salah satu model pengembangan industri nikel rendah emisi di Indonesia.
Pengembangan pabrik HPAL Vale menunjukkan pergeseran industri nikel menuju efisiensi energi dan keberlanjutan. Dukungan tiga PLTA menjadi fondasi penting bagi operasional rendah emisi.
Demikian informasi seputar pabrik HPAL Vale. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.