Djawanews.com - Investasi transisi energi global mencapai rekor US$2,3 triliun pada 2025. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai perkembangan tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik modal, memperkuat ketahanan energi, dan meningkatkan daya saing industri nasional.
Mengutip laporan Editor Indonesia pada 5 Oktober 2026, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyebut peralihan menuju energi bersih semakin menentukan arah pembangunan ekonomi. Manfaatnya mencakup pengurangan emisi, penyediaan energi yang kompetitif, serta pengembangan industri bernilai tambah.
Peluang tersebut tetap terbuka di tengah ketidakpastian geopolitik dan perubahan pola perdagangan dunia. Menurut Anindya, kebutuhan negara-negara untuk memperkuat ketahanan energi turut menjaga relevansi investasi di sektor ini.
Peluang Indonesia dalam Investasi Transisi Energi Global
Kawasan Asia Pasifik menyumbang hampir separuh investasi transisi energi global pada 2025. Besarnya porsi tersebut menunjukkan peran kawasan ini dalam pengembangan ekonomi energi bersih.
Untuk Indonesia, kajian mengenai jalur menuju net zero yang dirujuk dalam laporan tersebut memperkirakan peluang investasi hingga US$3,8 triliun sampai 2050. Nilai ini merupakan proyeksi peluang jangka panjang, bukan realisasi investasi yang sudah masuk.
Anindya menilai Indonesia memiliki sejumlah modal strategis, mulai dari kekayaan mineral kritis, potensi energi terbarukan, hingga pasar domestik yang luas. Perkembangan industri kendaraan listrik, baterai, biofuel, dan panas bumi juga menjadi bagian dari fondasi tersebut.
Modal itu dinilai dapat mendukung peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Arah pengembangannya adalah memperluas kemampuan industri menghasilkan produk bernilai lebih tinggi dengan emisi karbon lebih rendah.
Dengan demikian, peluang Indonesia mencakup pengembangan sumber energi sekaligus penguatan rantai industri yang memanfaatkan energi bersih. Ketersediaan sumber daya perlu diikuti kemampuan mengolah dan mengembangkannya menjadi kegiatan ekonomi produktif.
Tiga Prioritas Kadin untuk Memperkuat Investasi Energi Bersih
Anindya menguraikan tiga prioritas agar transisi energi memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.
Pertama, memperkuat daya saing dan ketahanan energi. Pasokan energi perlu semakin andal, terjangkau, serta rendah karbon untuk menopang pertumbuhan industri, menarik investasi, dan membuka lapangan kerja.
Kedua, meningkatkan nilai tambah dari ekonomi energi bersih. Indonesia didorong mengembangkan industrialisasi hijau agar perannya meluas dari pemasok bahan mentah menjadi penghasil produk industri bernilai tinggi.
Ketiga, mempersempit kesenjangan antara modal yang tersedia dan proyek yang siap memperoleh pembiayaan. Langkah ini membutuhkan kepastian regulasi, persiapan proyek yang kredibel, penguatan infrastruktur, serta mekanisme pendanaan yang mendukung kelayakan proyek berkelanjutan.
Untuk menjalankan prioritas tersebut, Kadin mendorong kolaborasi melalui semangat Indonesia Incorporated. Pendekatan ini mempertemukan pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, investor, lembaga keuangan, dan mitra internasional dalam mendukung tujuan pembangunan nasional.
Besarnya investasi transisi energi global memberi Indonesia peluang memperkuat industri dan ketahanan energi. Untuk menangkapnya, potensi sumber daya perlu didukung kepastian kebijakan, proyek yang layak dibiayai, serta kerja sama pemerintah dan dunia usaha.
Demikian informasi seputar perkembangan investasi transisi energi global. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.