Djawanews.com - Di balik kawasan pegunungan dan aktivitas vulkaniknya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyimpan potensi energi panas bumi yang menjanjikan. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah kawasan Cipanas dengan potensi panas bumi mencapai sekitar 85 megawatt (MW).
Potensi tersebut menjadikan Cianjur tidak hanya dikenal sebagai daerah wisata pegunungan, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang sebagai salah satu wilayah penghasil energi terbarukan di Jawa Barat.
Potensi Energi Panas Bumi di Cianjur Melalui Cipanas dan Leles
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan kawasan Cipanas sebagai Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE) Panas Bumi dengan luas mencapai 3.180 hektare. Berdasarkan identifikasi awal, wilayah tersebut memiliki potensi sekitar 85 MWe dan masih terbuka untuk dikembangkan.
Rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Cipanas juga menjadi bagian dari upaya pemanfaatan sumber energi tersebut. Proyek tersebut diarahkan memiliki kapasitas sekitar 55 MW dan ditargetkan dapat beroperasi secara komersial pada 2030.
Pengembangan PLTP Cipanas dinilai strategis karena energi panas bumi memiliki keunggulan sebagai sumber listrik yang dapat beroperasi secara stabil sepanjang tahun. Karakteristik tersebut membuat geothermal menjadi salah satu energi terbarukan yang dapat mendukung keandalan sistem kelistrikan.
Pakar Geothermal sekaligus Advisory Board Master Program Institut Teknologi Bandung (ITB), Ir. Ali Ashat, menilai pemanfaatan panas bumi memiliki peran penting dalam mendukung transisi energi bersih nasional.
Menurutnya, energi geothermal memiliki keunggulan karena mampu menyediakan pasokan listrik yang stabil dibandingkan beberapa sumber energi terbarukan lain yang bergantung pada kondisi alam.
Selain Cipanas, kawasan Leles juga menjadi salah satu wilayah yang dikaji untuk pengembangan panas bumi. Badan Geologi Kementerian ESDM melakukan survei terpadu geologi, geokimia, dan geofisika di daerah tersebut untuk mengetahui karakteristik sistem panas bumi bawah permukaan.
Hasil kajian menunjukkan bahwa Prospek Leles memiliki peluang pemanfaatan langsung dengan potensi sekitar 3,3 MWt. Energi panas tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti pemandian air panas, kolam renang, jacuzzi, hingga kegiatan budidaya perikanan.
Tantangan Pengembangan Geothermal Cianjur
Meskipun memiliki potensi besar, pengembangan energi panas bumi di Cianjur tetap membutuhkan proses eksplorasi yang matang. Berbeda dengan pembangkit energi konvensional, proyek geothermal memerlukan kajian mendalam mengenai kondisi reservoir bawah tanah sebelum pembangunan pembangkit dilakukan.
Kepastian sumber daya, aspek teknis, serta kelayakan ekonomi menjadi faktor penting agar pengembangan panas bumi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Jika pengembangan Cipanas dapat direalisasikan dan prospek Leles terus dikaji secara optimal, energi panas bumi di Cianjur berpeluang memberikan manfaat lebih luas. Tidak hanya sebagai sumber listrik bersih, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal melalui pemanfaatan langsung energi panas bumi.
Energi panas bumi di Cianjur memiliki peluang besar untuk mendukung transisi energi Jawa Barat. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi geothermal Cipanas dan Leles dapat menjadi sumber energi berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat
Demikian informasi seputar upaya pengembangan energi panas bumi di Cianjur. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.